Menjelajah Dimensi Waktu: Perkembangan, Kesinambungan, Pengulangan, dan Perubahan

4 Konsep Waktu dalam Sejarah Menurut Kuntowijoyo

Halo teman-teman Kelas X! Kalau dengar kata “sejarah”, apa nih yang langsung terlintas di pikiran kalian? Pasti bayangan tumpukan angka tahun yang harus dihafalkan atau nama-nama pahlawan, kan?

Eits, belajar sejarah ternyata nggak se-membosankan itu, lho! Dalam ilmu sejarah, ada tiga hal penting yang selalu saling melengkapi: manusia (sebagai pelaku), ruang (tempat kejadian), dan waktu (kapan terjadinya). Sejarah itu punya sifat diakronis, alias ceritanya bergerak memanjang mengikuti garis waktu.

Sejarawan terkenal Indonesia, Kuntowijoyo, menjelaskan bahwa sejarah bukan sekadar deretan cerita masa lalu, melainkan ilmu yang mempelajari bagaimana kehidupan manusia terhubung dari masa lalu menuju masa kini. Biar makin gampang dipahami, Pak Kuntowijoyo membagi perjalanan waktu dalam sejarah menjadi 4 unsur utama: perkembangan, kesinambungan, pengulangan, dan perubahan.

 

Yuk, kita bahas satu per satu pakai gaya yang simpel!

 

  1. Perkembangan (Bergerak Bertahap dari Sederhana ke Rumit)

Perkembangan terjadi saat kehidupan masyarakat bergerak maju dan berganti bentuk secara bertahap dari satu masa ke masa berikutnya. Biasanya, perkembangan ini dimulai dari hal yang paling sederhana lalu pela n-pelan menjadi makin kompleks atau rumit.

 

Kenapa bisa berkembang? Karena manusia selalu pengin hidupnya lebih praktis dan serba gampang!

 

Contoh dalam kehidupan sehari-hari: Perkembangan alat komunikasi. Dulu orang kirim pesan pakai surat pos yang butuh berhari-hari, lalu naik kelas pakai telepon rumah, dan sekarang kita pakai smartphone yang bisa buat apa saja.

Contoh dalam sejarah Indonesia: Perkembangan sistem kepemimpinan. Dimulai dari zaman praaksara yang dipimpin oleh Kepala Suku, berkembang menjadi sistem Kerajaan (Hindu-Buddha dan Islam), sampai akhirnya menjadi sistem Republik yang dipimpin Presiden seperti sekarang.

 

  1. Kesinambungan (Tradisi Lama yang Terus Berlanjut)

Kesinambungan (atau kontinuitas) artinya masyarakat di masa baru tetap melanjutkan tradisi, aturan, atau kebiasaan dari masa lalu. Meskipun zamannya sudah berganti atau pemerintahannya beda, kebiasaan lama ini tetap dipertahankan karena dianggap masih bagus dan cocok. Jadi, enggak semua hal dari masa lalu langsung hilang begitu saja, ya!

Contoh dalam sejarah: Sistem penarikan pajak atau aturan birokrasi pemerintahan Indonesia saat ini ternyata banyak meneruskan dan menyesuaikan pola dari zaman kolonial Belanda dulu.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari: Budaya gotong royong dan tradisi musyawarah yang sudah ada sejak zaman nenek moyang dulu, tapi masih terus kita lakukan sampai di era digital sekarang.

 

  1. Pengulangan (Pola Kejadian yang Muncul Kembali)

Kalian pernah dengar ungkapan “sejarah itu selalu terulang kembali”? Nah, pengulangan terjadi ketika pola dari suatu peristiwa di masa lalu muncul lagi di masa sesudahnya.

Tapi ingat ya, yang terulang itu bukan peristiwa resminya secara persis (karena tanggal, tempat, dan orang-orangnya pasti beda), melainkan pola atau latar belakang penyebabnya.

Contoh dalam sejarah: Gerakan mahasiswa di Indonesia. Pada tahun 1966, demonstrasi besar-besaran mahasiswa berhasil menumbangkan pemerintahan Orde Lama. Nah, kejadian dengan pola serupa terulang lagi pada tahun 1998, di mana aksi mahasiswa kembali berhasil mengakhiri masa pemerintahan Orde Baru.

 

  1. Perubahan (Gebrakan Besar dalam Waktu Singkat)

Unsur yang terakhir adalah perubahan. Ini terjadi kalau masyarakat mengalami pergeseran atau pembaruan secara drastis dalam waktu yang relatif singkat. Biasanya, perubahan besar ini dipicu oleh revolusi, gejolak politik, teknologi baru, atau pengaruh kuat dari luar. Saat perubahan terjadi, aturan atau cara lama langsung ditinggalkan karena sudah tidak cocok lagi.

Contoh dalam sejarah: Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Dalam waktu singkat, status bangsa Indonesia berubah total dari negara yang dijajah menjadi negara yang merdeka dan bebas mengatur nasibnya sendiri.

 

Kesimpulan Ringkas

Dari 4 unsur waktu Kuntowijoyo ini (Perkembangan, Kesinambungan, Pengulangan, dan Perubahan), kita bisa paham kalau sejarah itu sangat dinamis dan terus bergerak. Kehidupan yang kita jalani hari ini adalah hasil dari perjalanan panjang masa lalu, dan apa yang kita lakukan sekarang bakal menentukan sejarah di masa depan.

Jadi, belajar sejarah itu bukan cuma soal ngapalin tanggal untuk ujian, tapi bikin kita makin kritis dan bijak dalam memahami kejadian di sekitar kita!

Referensi

Kartodirdjo, S. (1992). Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kuntowijoyo. (2005). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Bentang Pustaka.

Saputra, N. A. (2020). Pemikiran Filsafat Sejarah Kontemporer Sartono Kartodirjo dan Kuntowijoyo. Jurnal El Tarikh: Journal of History, Culture and Civilization, 1(1), 53-66.

 

Author

Latest Post

Related Post