Cara Membuat Teks Berita

Tentu kalian sudah tau atau mendengar berita. Berita dapat ditemukan di media elektronik atau media cetak. Informasi yang disampaikan di dalam berita diawali dengan hal-hal yang umum. Mengapa? kalian tahu? jika belum, baca artikel ini hingga selesai ya!

Biasanya, pembaca berita akan membaca informasi dari awal. Ketika seorang pembaca mendapatkan suatu informasi-informasi umum yang diperoleh dari paragraf pertama lalu dia tertarik dengan teks berita tersebut, ia akan membaca keseluruhan isi teks berita. Tidak hanya itu, jika pembaca tidak tertarik dengan berita tersebut, pembaca tetap memperoleh informasi yang dibaca di paragraf pertama  karena paragraf pertama dalam teks berita merupakan gambaran umum dari teks berita itu sendiri.  Seorang pembaca berita pun biasanya seseorang yang tidak memiliki waktu luang yang banyak atau sibuk. Oleh karena itu, salah satu pertimbangan pembuatan teks berita menggunakan format adik simba di awal paragraf.

 

Kalian tau bagaimana menulis sebuah berita? belum?

Pahami penjelasan berikut ya!

 

Bagian-bagian Teks Berita

ada tiga bagian dalam teks berita, yaitu kepala, tubuh, dan ekor berita. Di dalam kepala berita, teks berita terdiri dari beberapa kalimat yang bisa menjawab enam kata tanya, yaitu adik simba (apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana). Beberapa unsur tersebut yang membentuk kepala berita. Berbeda dengan kepala berita, tubuh berita berisi penjelasan lebih rinci terkait berita yang disampaikan. Unsur yang membentuk tubuh berita dapat diperoleh dari dua unsur gabungan kata tanya, yaitu unsur kata tanya bagaimana dan unsur kata tanya yang lain. Tidak jauh berbeda, ekor berita pun memiliki kesamaan dengan tubuh berita. Ekor berita terbentuk dari unsur seperti pembentuk tubuh berita. Setiap berita memiliki pola unsur yang berbeda pada tubuh dan ekor berita. Seorang penulis yang dapat menetukan apakah yang akan diisi dalam teks berita tersebut.

 

Untuk memperdalam pemahamanmu, mari kita praktik!

 

Lakukan langkah-kangkah berikut ini!

Ada tiga bagian dalam teks berita. Buatlah pertanyaan tiap-tiap bagian!

  • Kepala berita (unsur adik simba) => sebagai contoh, gunakan peristiwa kecelakaan tunggal

Apa yang terjadi? kecelakaan tunggal

Di mana kejadian tersebut? di desa Sumberyotro

Kapan kejadian tersebut? Menjelang subuh

Siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut? seorang pengendara sepeda motor

Mengapa peristiwa tersebut terjadi? karena kondisi jalan yang gelap dan berlobang.

Bagaimana peristiwa itu terjadi? pada saat berada di tikungan dengan kondisi yang masih gelap dan jalan yang berlobang, pengendara terperosok dan jatuh dari motor.

Pertanyaan di atas dikembangkan menjadi sebuah paragraf untuk dijadikan sebagai kepala berita.

 

Sebuah kecelakaan terjadi di desa Sumberyotro. Peristiwa terjadi pada saat menjelang salat Subuh. Seorang pengendara jatuh dari motor. Kondisi yang gelap dan jalan yang berlobang membuatnya tersungkur dari sepeda motor. Korban yang berkendara dari arah barat dan melaju dengan kecepatan sedang melewati tikungan tiba-tiba jatuh terpental dari sepeda motor yang dinaikinya. Ia tidak mengetahui kondisi jalan yang berlobang. Meskipun, laju kendaraan tidak begitu cepat, akan tetapi roda motor yang masuk dalam lobang mengakibatkan ia harus jatuh dari motor.

  • Tubuh berita (gabungan dua unsur)

Bagaimana kondisi pengendara setelah mengalami kecelakaan? (unsur bagaimana dan siapa)

Pengendara tersebut tidak mengalami luka yang serius. Kondisi jalanan yang masih sepi menghindarkan korban berbenturan dengan kendaraan lain. Ada beberapa luka gores di tangan kanan dan tangan kirinya. Namun, korban pun mengalami sedikit rasa sakit pada kaki kirinya saat berjalan setelah kejadian tersebut. Selain beberapa luka tersebut, korban tidak mengalami luka lain. Penggunaan perlengkapan berkendara telah menyelamatkan korban dari luka serius akibat terjatuh dari kendaraan bermotor.

 

  • Ekor berita (gabungan dua unsur)

Bagaimana kecelakaan tersebut diketahui oleh warga? (unsur bagaimana dan siapa)

Para warga yang mengetahui kejadian tersebut menolong korban. Beberapa orang yang menolong korban merupakan warga yang rumahnya di tepi jalan. Korban sempat tergeletak di tengah jalan. Para warga mengira korban terluka parah. Namun, setelah dilihat dari dekat, korban mengalami sedikit luka dan hanya syok akibat peristiwa tersebut. Beberapa warga menolong korban menepi. informasi tersebut dari seorang warga yang menjadi saksi kecelakaan tunggal tersebut.

Karena kondisi yang tidak terlalu parah dan motor yang masih bisa digunakan, korban memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Para warga pun telah memberikan pertolongan yang dapat meringankan luka dari korban. Himbauan untuk semua pengendara agar tetap berhati-hati meskipun kondisi jalan sepi pada dini hari.

 

Setelah membuat pertanyaan dan mengembangkan paragraf, paragraf-paragraf yang sudah jadi tersebut dapat disatukan untuk dijadikan sebagi teks berita. Jika dalam berita yang ingin disampaikan memuat banyak informasi, maka teks berita dapat dikembangkan menjadi lebih dari tiga paragraf.