BERLOMBA-LOMBA DALAM KEBAIKAN (FASTABIQUL KHAIRAT)

images

Kata Fastabiqul khairat berasal dari bahasa Arab:  

`فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ` = “maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan”

 

Artinya: Bersegera, bersungguh-sungguh, dan bersaing secara sehat dalam melakukan kebaikan, amal shalih, dan ketaatan kepada Allah.

Fastabiqul khairat berasal dari bahasa Arab yang artinya “berlomba-lomba dalam kebaikan”. Istilah ini diperintahkan langsung oleh Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 48 dan Al-Baqarah ayat 148. Maknanya adalah bersegera, bersungguh-sungguh, dan bersaing secara sehat dalam melakukan amal shalih dan ketaatan kepada Allah. Berlomba di sini bukan berarti menjatuhkan orang lain, melainkan berlomba untuk menjadi pribadi yang paling bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain, dan lingkungan.Seorang muslim yang memiliki semangat fastabiqul khairat memiliki beberapa ciri. Pertama, ia ikhlas dalam beramal, niatnya hanya karena Allah bukan karena ingin dipuji. Kedua, ia bersegera dalam kebaikan dan tidak menunda-nunda. Ketiga, ia istiqamah atau konsisten meskipun amalnya sedikit. Keempat, ia tawadhu dan tidak sombong meskipun banyak berbuat baik. Kelima, ia kreatif mencari cara-cara baru untuk memberi manfaat.Bentuk berlomba dalam kebaikan sangat luas. Dalam hubungan dengan Allah atau hablumminallah, contohnya adalah shalat tepat waktu, memperbanyak tilawah Al-Qur’an, sedekah, dan puasa sunnah. Dalam hubungan dengan sesama manusia atau hablumminannas, contohnya menolong teman yang kesulitan, jujur, menghargai guru, gotong royong, dan berbagi ilmu. Sedangkan dalam hubungan dengan alam atau hablumminallam, contohnya menjaga kebersihan, menghemat air dan listrik, serta menanam pohon.Hikmah dari fastabiqul khairat sangat besar. Dengan membiasakan diri berlomba dalam kebaikan, iman dan takwa kita akan semakin meningkat. Hidup menjadi lebih tenang dan berkah karena merasa bermanfaat. Kita juga akan dicintai oleh Allah dan sesama manusia. Selain itu, setiap kebaikan yang kita lakukan akan menjadi bekal di akhirat kelak.Di lingkungan sekolah, semangat ini bisa diwujudkan dengan hal-hal sederhana. Misalnya berlomba menjadi yang pertama masuk kelas dan shalat Dhuha, berlomba membantu teman yang belum paham pelajaran, berlomba menjaga kebersihan kelas, dan berlomba menghafal Al-Qur’an walau satu ayat setiap hari. Intinya, Allah tidak menilai siapa yang paling banyak amalnya, tetapi siapa yang paling cepat dan paling ikhlas dalam berbuat baik. Maka dari itu, mari kita mulai dari hal kecil sekarang juga.