Tembung Lingga dan Tembung Andhahan merupakan bagian penting dari tata bahasa Jawa (paramasastra Jawa). Keduanya setara dengan konsep “Kata Dasar” dan “Kata Berimbuhan” dalam bahasa Indonesia.
Berikut adalah pengertian, ulasan, serta contoh dari masing-masing tembung:
1. Tembung Lingga (Kata Dasar)
Pangerten
Tembung Lingga yaiku tembung kang durung owah saka asale. Dalam bahasa Indonesia, tembung lingga sama dengan kata dasar, yaitu kata yang masih murni dan belum mendapat tambahan apa pun (baik awalan, sisipan, maupun akhiran).
Tembung lingga merupakan fondasi pembentukan kata dalam bahasa Jawa. Karena belum mengalami perubahan bentuk, kata ini sudah memiliki makna yang utuh dan dapat berdiri sendiri. Tembung lingga umumnya terdiri dari dua atau tiga suku kata (wanda).
Tuladhane Tembung Lingga
-
Pangan (Makan / Makanan)
-
Tuku (Beli)
-
Sapu (Sapu)
-
Laku (Jalan)
-
Tulis (Tulis)
2. Tembung Andhahan (Kata Berimbuhan/ Turunan)
Pengerten
Tembung Andhahan yaiku tembung kang wis owah saka asale amarga oleh wuwuhan (imbuhan), dirangkep (diulang), utawa dicambor (digabung).
Dalam bahasa Indonesia, ini disebut kata turunan atau kata berimbuhan.
Tembung andhahan terbentuk dari tembung lingga yang telah diproses sehingga maknanya bisa berubah atau menjadi lebih spesifik (misalnya menjadi kata kerja aktif, kata kerja pasif, atau kata benda). Proses penambahan imbuhan (wuwuhan) dalam bahasa Jawa terbagi menjadi tiga jenis utama:
-
Ater-ater (Awalan / Prefix): Imbuhan di awal kata. Contoh: dak-, ko-, di-, n-, m-, ng-, ny-, a-, ma-, ka-, ke-, pa-, pi-, sa-, pra-.
-
Seselan (Sisipan / Infix): Imbuhan di tengah kata. Contoh: -in-, -um-, -el-, -er-.
-
Panambang (Akhiran / Suffix): Imbuhan di akhir kata. Contoh: -i, -ake, -e, -ne, -a, -ana, -en, -na, -an.
Tuladha Pangrimbage Tembung Andhahan
| Tembung Lingga (Kata Dasar) | Wuwuhan (Imbuhan) | Tembung Andhahan | Arti dalam Bahasa Indonesia |
| Pangan | m- (Ater-ater) | Mangan | Makan (Aktif) |
| Pangan | -an (Panambang) | Panganan | Makanan (Kata Benda) |
| Tulis | n- (Ater-ater) | Nulis | Menulis (Aktif) |
| Tulis | -in- (Seselan) | Tinulis | Ditulis (Pasif / Sastra) |
| Tuku | di- + -ake | Ditukokake | Dibelikan |
| Sapu | ny- (Ater-ater) | Nyapu | Menyapu |
| Sapu | -en (Panambang) | Sapunen | Sapulah (Kalimat Perintah) |
| Laku | m- + -l- (Ater-ater) | Mlaku | Berjalan |
Post Views: 13









