عَنْ أَبِي أُمَامَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: (عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ، وَهُوَ قُرْبَةٌ إِلَى رَبِّكُمْ، وَمُكَفِّرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ، وَمُنْهَاةٌ عَنْ الْإِثْمِ).
📖 *Kosakata*
• _Da’bun:_ kebiasaan atau kondisi
• _Qurbatun:_ amal-amal kebaikan dan ketaatan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT
• _Mukaffiratun:_ amal puasa dan sedekah yang menjadi penebus dosa seorang pendosa
• _Manhatun:_ batas atau akhir
• _Itsmun:_ dosa atau kesalahan yang pelakunya berhak mendapatkan hukuman
📚 *Penjelasan Hadis*
Sholat malam merupakan kebiasaan dari orang-orang shalih, barang dagangan orang-orang mukmin, dan thariqah orang-orang yang taat dan mendapatkan pertolongan, serta tindakan baik yang diajarkan oleh para Nabi dan Utusan-Nya. Barang siapa yang menghidupkan sholat malam, maka Allah SWT akan menghidupkan hatinya, menyinari mata batinnya, dan memutihkan wajahnya serta meneguhkan langkahnya.
Sesungguhnya sholat malam merupakan amal-amal yang paling utama, ketaatan-ketaatan paling agung yang disenangi oleh Allah SWT dan Nabi-Nya. Dalam melakukan sholat malam, orang-orang mukmin menyendiri hanya bersama dengan Tuhan mereka. Mereka semua mengadu kepada-Nya perihal kondisi yang sedang dialami. Dan meminta pertolongan dan anugerah-Nya. Mereka semua tenggelam dalam kekhusyu’an bermunajat kepada Allah SWT. Mereka senang, tunduk kepada pemberi segala kebaikan yang agung.
Oleh karenanya, termasuk dari keutamaan sholat malam adalah hal itu merupakan _tasyabbuh_ (menyerupai) tingkah laku orang-orang shalih. Maka barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia bagian dari mereka. Itu merupakan bentuk _taqarrub_ (mendekatkan diri) kepada Allah, dan sebagai pelebur segala kesalahan. Dan menjadi sebab dijauhkan dari segala dosa-dosa. Melakukan ibadah sholat dapat mencegah dari melalukan perbuatan keji. Yakni sholat wajib yang sah dan benar serta murni hanya kepada Allah SWT.
Termasuk dari beberapa Hadis Shahih adalah riwayat dari Imam At-Turmudzi dari Amr bin ‘Uyainah _radliyallahu ‘anhu_ bahwa ia mendengar Nabi Muhammad SAW berkata:
_”Lebih dekatnya seorang Tuhan terhadap hambanya adalah pada tengah malam akhir, jika kamu mampu menjadi orang yang mengingat Allah SWT pada waktu tersebut maka lakukanlah”_
Pada malam hari, seorang hamba sholat malam dan berdoa serta bermunajat kepada Tuhannya meminta apa yang ia senangi dan harapkan, seperti halnya saat kondisi sholat. Karena dalam sholat pun seorang hamba boleh meminta apapun hajat dunia maupun akhirat kepada Tuhannya.
Penyebutan Allah itu lebih umum dibandingkan mendirikan sholat. Sebab hal itu jika diri kita mampu melaksanakan sholat malam. Namun ketika diri kalian sakit pada malam itu, atau tertidur pulas di atas ranjang pada malam itu, sedangkan dirimu mempunyai kebiasaan melakukan sholat malam. Maka keadaaanmu yang sakit dan tertidur itu sudah dianggap sebagai dzikir (ingat) kepada Allah meskipun tidak dapat melaksanakan sholat malam.
Hadis disini tidak mengkhususkan kepada sholat dan lainnya, akan tetapi menyeluruh mencakup dzikir kepada Allah dan selainnya. Dzikir kepada Allah dilakukan dalam keadaan sholat, begitu juga ketika dalam keadaan beristighfar dan berdoa. Sedangkan dirimu pada waktu-waktu sepertiga malam akhir merupakan waktu yang paling tepat untuk mendekatkan dirimu terhadap Allah. Maka lakukanlah.
Imam Alawi al-Haddad berkata:
_”Sesungguhnya sholat malam merupakan paling beratnya hal yang dilakukan oleh diri sendiri apalagi jika dilakukan setelah tidur, namun semua itu akan menjadi ringan jika sudah terbiasa dan kontinyu dilakukan serta ada usaha pada permulaannya.”_
Menukil dari Imam al-Ghazali bahwa termasuk dari beberapa sebab yang dapat memudahkan seseorang untuk merealisasikan sholat malam adalah harus adanya syarat dzahir dan syarat bathin.
Adapun syarat dzahirnya adalah:
• Tidak memperbanyak makan dan minum
• Tidak melelahkan diri dengan aktivitas pada siang harinya
• Tidak meninggalkan tidur qailulah pada siang hari
Sedangkan syarat bathinnya adalah:
• Selamatnya hati dari sifat iri dan dengki dari sesama muslim
• Ketakutan yang mendominasi hingga memantabkan hati
• Mengetahui keutamaan sholat malam dari ayat, hadis dan atsar sahabat.
Dengan terpenuhinya syarat dzahir dan bathin, maka sholat malam akan melatih jiwa seseorang untuk riyadhoh dan mujahadah terhadap amal-amal shalih.

