Pengertian Maf’ul li Ajlih

Secara istilah ilmu Nahwu, Maf’ul li Ajlih adalah kata benda abstrak (Isim Masdar Qalbi) yang dibaca manshub (berharakat fathah) yang disebutkan di dalam kalimat untuk menjelaskan alasan/sebab terjadinya suatu perbuatan.

Cara Mudah Mengidentifikasi:

Maf’ul li Ajlih adalah jawaban dari pertanyaan “Mengapa” (Limadza / لِمَاذَا) perbuatan tersebut dilakukan.

2. Rumus dan Ciri-Ciri Utama

  1. Berbentuk Isim Masdar: Bukan kata kerja, melainkan kata benda turunan (contoh: Ikroman = penghormatan, Khaufan = ketakutan).

  2. Berupa Masdar Qalbi: Artinya kata benda tersebut lahir dari perasaan hati/kondisi psikologis (seperti rasa hormat, takut, sayang, mencari rida), bukan perbuatan fisik anggota badan.

  3. Hukumnya Manshub: Karakter utamanya adalah berharakat Fathah atau Fathatain

3. Contoh Kalimat dan Analisisnya

Contoh 1:

قَامَ التِّلْمِيْذُ إِكْرَامًا لِلْأُسْتَا}

(Qaama at-tilmiidzu ikraaman lil ustaadzi)

Arti: Murid itu berdiri karena menghormati guru.

  • Analisis: Jika kita tanya, “Mengapa murid itu berdiri?”, jawabannya adalah إِكْرَامًا (ikraaman / karena menghormati). Maka, kata ikraaman di sini kedudukannya adalah Maf’ul li Ajlih (Manshub, ditandai dengan fathatain).

Contoh 2:

{جَلَسْتُ {خَوْفًا} مِنَ المَطَرِ}

(Jalastu khaufan minal mathari)

Arti: Aku duduk/berteduh karena takut kehujanan.

  • Analisis: Mengapa aku duduk? Karena خَوْفًا (khaufan / takut). Kata khaufan adalah perasaan hati berbentuk masdar dan berharakat fathah, maka ia adalah Maf’ul li Ajlih.

4. Contoh Maf’ul li Ajlih dalam Al-Qur’an

  • QS. Al-Baqarah: 265

     وَمَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمُ {ابْتِغَاءَ} مَرْضَاتِ اللَّهِ

    “Dan perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya karena mencari keridaan Allah…”

    (Kata ابْتِغَاءَ / ibtighaa’a adalah Maf’ul li Ajlih yang menjelaskan alasan mereka menginfakkan harta).

5. Kosakata yang Sering Menjadi Maf’ul li Ajlih

  • إِكْرَامًا (Ikraaman) = Karena menghormati

  • خَوْفًا (Khaufan) = Karena takut

  • طَمَعًا (Thama’an) = Karena berharap/serakah

  • حُبًّا (Hubban) = Karena cinta/sayang

  • تَعْظِيْمًا (Ta’zhiiman) = Karena mengagungkan

  • شُكْرًا (Syukran) = karena bersyukur.

Author

Latest Post

Jazz

Related Post

Jazz