1 . Pengertian ‘Athof (العَطْفُ)
Secara istilah nahwu, ‘Athof adalah tabi’ pengikut yang terletak setelah huruf penyambung untuk menghubungkan dua kata atau lebih.
Komponen Kalimat ‘Athof:
- Ma’thuf ‘Alaih (المَعْطُوْفُ عَلَيْهِ): Kata yang terletak sebelum huruf ‘athof.
- Huruf ‘Athof (حَرْفُ العَطْفِ): Kata penghubungnya.
- Ma’thuf (المَعْطُوْفُ): Kata yang terletak setelah huruf ‘athof dan mengikuti hukum kata sebelumnya.
2. Macam-Macam Huruf ‘Athof dan Fungsinya
Berikut adalah huruf-huruf yang paling sering digunakan beserta fungsinya:
- Wawu (وَ): Bermakna “dan” (untuk penggabungan mutlak).
- Fa (فَـ): Bermakna “maka/lalu” (menunjukkan urutan yang langsung/tanpa jeda).
- Tsumma (ثُمَّ): Bermakna “kemudian” (menunjukkan urutan dengan jeda waktu).
- Au (أَوْ): Bermakna “atau” (untuk pilihan atau keraguan).
- Am (أَمْ): Bermakna “ataukah” (untuk menuntut penentuan dalam pertanyaan).
- Laa (لَا): Bermakna “bukan/tidak” (meniadakan hukum bagi ma’thuf).
- Bal (بَلْ): Bermakna “bahkan/melainkan” (untuk pengalihan maksud).
- Lakin (لٰكِنْ): Bermakna “akan tetapi” (untuk pertentangan/istidrak).
- Hatta (حَتَّى): Bermakna “sehingga/sampai” (menunjukkan puncak tujuan).
3. Kaidah I’rab (Hukum Bacaan)
Kaidah utamanya sederhana: Ma’thuf wajib mengikuti I’rab Ma’thuf ‘Alaih.
- Jika Ma’thuf ‘Alaih Marfu’ (Dhommah), maka Ma’thuf harus Marfu’.
- Jika Ma’thuf ‘Alaih Manshub (Fathah), maka Ma’thuf harus Manshub.
- Begitu pula dalam keadaan Majrur (Kasrah) atau Majzum (Sukun).
4. Contoh Kalimat
- جَاءَ مُحَمَّدٌ وَعَلِيٌّ (Jaa-a Muhammadun wa ‘Aliyyun) – Muhammad dan Ali telah datang. (Keduanya Marfu’ dengan Dhommah).
- أَكَلْتُ السَّمَكَةَ حَتَّى رَأْسَهَا (Akaltu-s samakata hatta ro’saha) – Saya makan ikan itu sampai kepalanya.
5. Pembagian ‘Athof
Untuk tingkat lanjut, Bapak/Ibu bisa menjelaskan bahwa ‘athof dibagi dua:
- ‘Athof Nasaq: Menggunakan huruf penghubung (seperti contoh di atas).
- ‘Athof Bayan: Tanpa huruf penghubung, berfungsi menjelaskan isim sebelumnya (mirip dengan Badal).







