ZAKAT MAL (HARTA)

Pengertian Zakat Mal

  • Secara Bahasa: Zakat berarti suci, tumbuh, berkah, dan berkembang.

  • Secara Istilah (Syariat): Zakat Mal adalah mengeluarkan sebagian harta kekayaan yang dimiliki oleh seseorang apabila telah mencapai syarat-syarat yang ditetapkan oleh agama, untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya (Mustahiq).

Tujuan Utama: Membersihkan harta yang kita miliki dari hak orang lain dan membersihkan jiwa dari sifat kikir/serakah.

2. Syarat Wajib Zakat Mal

Seseorang baru wajib mengeluarkan zakat mal apabila hartanya memenuhi syarat berikut:

  1. Islam: Pemilik harta adalah seorang Muslim.

  2. Milik Penuh: Harta tersebut dikuasai secara utuh dan didapat dengan cara yang halal (bukan harta sengketa atau pinjaman).

  3. Mencapai Nishab: Harta tersebut sudah mencapai jumlah minimal tertentu untuk wajib zakat.

  4. Mencapai Haul: Harta tersebut telah dimiliki/disimpan selama satu tahun penuh (khusus untuk emas, perak, tabungan, dan perniagaan). Catatan: Untuk pertanian, zakat dikeluarkan setiap kali panen (tanpa menunggu 1 tahun).

3. Jenis-Jenis Harta yang Wajib Zakat (Jenis Zakat Mal)

Secara umum, berikut adalah harta yang wajib dizakatkan beserta kadar dan nishabnya:

Jenis Harta Nishab (Batas Minimal) Kadar Zakat Keterangan
Emas 85 gram emas murni 2,5% Sudah disimpan selama 1 tahun (Haul)
Perak 595 gram perak 2,5% Sudah disimpan selama 1 tahun (Haul)
Uang/Tabungan/Saham Setara harga 85 gram emas 2,5% Diambil dari total saldo akhir tahun
Perniagaan (Dagang) Setara harga 85 gram emas 2,5% (Modal Berputar + Barang Dagangan + Piutang) – Utang Jatuh Tempo
Pertanian (Padi/Gandum) 5 Waslaq (± 653 kg gabah) 5% atau 10%

10% jika diairi air hujan/sungai (alami).


5% jika diairi dengan biaya (pompa/beli air). Dikeluarkan saat panen.

Rikaz (Harta Karun) Tidak ada nishab minimal 20% Dikeluarkan langsung saat ditemukan.

4. Golongan yang Berhak Menerima Zakat (Mustahiq)

Berdasarkan QS. At-Taubah ayat 60, ada 8 golongan (Asnaf) yang berhak menerima zakat:

  1. Fakir: Orang yang tidak punya harta dan tidak punya pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan pokok.

  2. Miskin: Orang yang punya pekerjaan/harta, tetapi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

  3. Amil: Orang yang bertugas mengumpulkan dan mendistribusikan zakat.

  4. Muallaf: Orang yang baru masuk Islam dan membutuhkan penguatan iman/ekonomi.

  5. Riqab: Budak atau hamba sahaya (untuk memerdekakan mereka).

  6. Gharim: Orang yang terlilit utang demi kebaikan atau kebutuhan mendesak.

  7. Fi Sabilillah: Orang yang berjuang di jalan Allah (pendidikan, dakwah, dll).

  8. Ibnu Sabil: Musafir atau orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan yang baik (bukan maksiat).

Author

Latest Post

Jazz

Related Post

Jazz