WEBINAR SHAFTA “KENAL LEBIH DEKAT DENGAN AKM”

WEBINAR_SHAFTA_KENAL_LEBIH_DEKAT_DENGAN_AKM

KENAL LEBIH DEKAT DENGAN AKM

 

Seiring adanya perubahan penilaian yang tidak lagi mengacu nilai Ujian Negara sebagai hasil kelulusan dan diganti dengan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Sekolah Islam menggelar kegiatan Webinar Shafta denga tema Lebih Dekat dengan AKM, Acara ini dilaksanakan di ruang multi fungsi dan diikuti Ketua Yayasan Al Insanul Kamil , bapak ibu guru dan perwakilan siswa SMP-SMA secara daring dan sesuai protokol kesehatan. Sabtu (13/3)

Acara dibuka dengan sambutan ketua Yayasan Al Insanul Kamil tentang program berbahasa di lingkungan Sekolah Islam Shafta, kegiatan di sekolah Islam Shafta dan sekaligus membuka kegiatan webinar. Acara dilanjutkan penyampaian materi narasumber pertama yaitu Arif Ediyanto, M.Pd. Acara dibuka dengan garis besar topik. Manfaat  pembelajaran konsteksual sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Dasar pelaksanaan yaitu surat edaran Kemdikbud no 1/2020 tentang merdeka belajar. Ada empat komponen yang dimaksud yaitu ujian sekolah berstandar nasional seperti ujian nasional, RPP dan peraturan PPDB dan perubahan Ujian Nasional.

Pemahaman pengetahuan tentang AKM meliputi asesmen nasional, Apa yang diukur dalam AN meliputi literasi membaca, numerasi (asesesmen kompetensi mimimm ) untuk survey karakter yaitu profil pelajar Pancasila. dan survey lingkungan belajar. Guru bisa mengembangkan kompetensi kognitif yang mendasar sekaligus karakter murid secara utuh.

Lebih lanjut dikatakan Arif bahwa “ AKM adalah bagian dari AN.” Pemerintah menyedikan AKM kelas untuk membantu guru melakukan diagnosis di level individu murid. Mengapa perlu AKM. Hasil AKM  memotret profil sekolah yang meliputi peserta didik, guru, sekolah dan pemerintah . Untuk mengajar sesuai tingkat kompetensi meliputi perlu intervensi khusus, dasar, cakap, dan mahir sementara untuk tingkat kompetensi numerasi meliputi intervensi khusus, dasar, cakap dan mahir.

Latar belakang yang merujuk adanya asesmen ini yang pertama  karena hasil PISA masih belum menunjukkan perubahan atau stagnan. Kedua yaitu tren dan permasalahan hasil belajar pendidikan dasar dan menengah (seperti perundungan dan pola pikir untuk berkembangan). Hal yang lebih ditekankan lagi yaitu tentang belajar dari PISA  meliputi mendapatkan data pendidikan secara akurat, saling berbagi pengalaman dengan negara lain, membandingkan capaian kompetensi, dan mengetahui kekurangan suatu sistem pendidikan.

Narasumber menambahkan pelaksanaan tes secara daring sesuai jadwal yang telah ditentukan dari SD/MI  dan SMP/MTs., SMA/SMK dengan jadwal dua hari, literasi dan numerasi. Bentuk soal meliputi  lima macam soal PG, PGK pernyataan dan pilihan jawaban, hasil akhir yang ditanyakan, pernyataan dan alasan jawaban. Konten yang dimaksud dalam pembelajaran meliputi personal sosial budaya dan saintifik. Sementara itu konten materi meliputi bangun geometri (25%), aljabar (35%),  data dan  ketidakpastian (40%).

Narasumber kedua, Ibu Maya menyampaikan materi di akhir pamaparan memberikan beberapa contoh soal sebagai pengenalan awal yang berbentuk numerasi dan literasi. Ada literasi membaca dan manfaat literasi. Aktivitas literasi membaca. fungsi teks, syarat teks.  Dua jenis konten teks meliputi teks informasi dan teks sastra. Tiga jenis konteks, personal, sosial budaya dan saintifik. Level kognitif literasi membaca meliputi menemukan informasi, memahami, dan mengevaluasi dan merefleksi.

Silahkan download materi Webinar Shafta "Kenal Lebih Dekat Dengan AKM" di bawah ini :

1. BAHAN KENALAN AKM SURABAYA

2. AKM DAN IMPLIKASINYA

3. DESAIN PENGEMBANGAN AKM

4. BAHAN KENALAN AKM LITERASI