Pada awalnya, zat-zat kimia diberi nama sesuai dengan nama penemunya, nama tempat, nama zat asal, sifat zat, dan lain-lain. Contohnya adalah garam Glauber yaitu natrium sulfat yang ditemukan oleh J.R Glauber. Salmiak atau amonium klorida yaitu suatu garam yang awal mulanya diperoleh dari kotoran sapi di dekat kuil untuk dewa Jupiter Amon di Mesir. Soda pencuci, yaitu natrium karbonat yang digunakan untuk membersihkan air dari ion kalsium dan ion magnesium. Seiring dengan bertambahnya jumlah zat yang ditemukan baik alami maupun buatan, maka perlu adanya tata nama untuk memberikan kemudahan dalam menyebutkan nama suatu zat. Badan Internasional yang membuat tata nama zat kimia yang ada di dunia ini adalah IUPAC (International Union Pure and Applied Chemistry). Namun, untuk kepentingan tertentu nama yang sudah lazim (nama trivial) juga sering digunakan, contohnya nama asam cuka lebih dikenal dibandingkan dengan asam asetat.
Untuk mempelajari tata nama senyawa kimia sederhana dan aturan-aturan yang digunakan silahkan KLIK LINK MATERI di bawah ini.
LINK MATERI: https://drive.google.com/file/d/1J–0qRWHtIxC9kO8f2qYxz-Ax3eV-gW5/view?usp=sharing







