Purwo Rahadityo, S.Si
PROTEIN (STRUKTUR, SIFAT, FUNGSI, DAN KEGUNAANNYA)
Kompetensi Dasar
3.7) Menganalisis struktur, tata nama, sifat dan penggolongan makromolekul
Indikator Pencapaian Kompetensi
1). Mengenali struktur asam amino sebagai monomer dari protein
2). Mempelajari jenis-jenis asam amino esensial dan non esensial
3). Menmpelajari ikatan peptida sebagai ikatan antar asam amino yang membentuk protein
4). Menganalisis sifat-sifat protein
5). Menganalisis fungsi dan kegunaan protein pada tubuh manusia
Protein terbentuk dari polimerisasi peptida-peptida. Peptida merupakan polimerisasi dari asam amino-asam amino yang berbeda. Jadi, protein dapat dikatakan sebagai suatu kopolimer.
Ikatan yang terjadi antar protein selain ikatan peptida antara asam amino dan penyusunnya, juga terjadi ikatan-ikatan yang lain. Misalnya, ikatan hidrogen yang terjadi pada gugus –NH dan gugus –OH, serta ikatan disulfida -S-S- yang menyokong terjadinya ikatan yang kompleks pada protein. Ikatan ion pada protein juga terjadi jika di dalamnya terdapat gugus ion logam dan ikatan koordinasi, misalnya ikatan koordinasi antara ion Fe3+ dengan hemoglobin pada darah.
Protein sangat besar peranannya dalam proses metabolisme tubuh, terutama dalam pembentukan sel-sel baru untuk menggantikan sel yang rusak. Selain itu, fungsi protein lainnya adalah:
- Sebagai enzim. Enzim merupakan biokatalis. Bagian utama molekul enzim yang disebut apoenzim merupakan molekul protein.
- Alat angkut (protein transport). Hemoglobin merupakan protein yang berperan mengangkut oksigen dalam eritrosit, sedangkan mioglobin berperan dalam pengangkutan ion besi di dalam plasma darah yang selanjutnya dibawa ke dalam hati.
- Pengatur gerakan (protein kontraktil). Gerakan otot disebabkan oleh dua molekul protein yang saling bergeseran.
- Penyusun jaringan (protein struktural). Berfungsi sebagai pelindung jaringan dibawahnya, misalnya keratin pada kulit dan lipoprotein yang menyusun membran sel.
- Protein cadangan. Merupakan protein yang berfungsi sebagai cadangan makanan, misalnya kecambah dan ovalbumin.
- Antibodi (protein antibodi). Berperan dalam melindungi tubuh dari mikroorganisme patogen.
- Pengatur reaksi (protein pengatur). Berfungsi sebagai pengatur reaksi di dalam tubuh, misalnya insulin yang berperan dalam mengubah glukosa menjadi glikogen.
- Pengendali pertumbuhan. Bekerja sebagai penerima (reseptor) yang dapat memengaruhi fungsi bagian-bagian DNA
Lalu bagaimanakah struktur protein tersebut ? Apa kegunaan protein dalam proses metabolisme tubuh ?
Silahkan klik link berikut untuk lebih jelasnya : https://drive.google.com/file/d/13eQgRgAFxepxXG-WwxPJZiIV-RCdM4wj/view?usp=sharing
dan link berikut : https://drive.google.com/file/d/17WzKuHCrXbxDvyN8uqSiCCLKxR2gS7gZ/view?usp=sharing
Sebagai perbandingan dan referensi, bisa dilihat lebih jelasnya pada link berikut : https://blog.ruangguru.com/pengertian-sifat-dan-fungsi-protein
Untuk link absen dan nilai : https://sites.google.com/shaftasby.sch.id/purwo-rahadityo/absensi-dan-nilai










