Program Parenting

Program Parenting

Parenting SHAFTA – Sekolah Islam SHAFTA
Sabtu, 14 Juni 2025

Program parenting yang diadakan oleh Sekolah Islam SHAFTA yang sangat dinanti-nantikan para orang tua. Pada hari Sabtu, 14 Juni 2025, acara yang berlangsung dengan penuh antusiasme ini mengangkat tema yang sangat relevan dengan tantangan parenting masa kini: “Literasi Keuangan dan Kenali Sinyal Emosinya Sebelum Terlambat Saat Anak Remaja Tak Bicara, Tubuhnya yang Bersuara.”

Acara ini menghadirkan dua narasumber kompeten yang membawa perspektif berbeda namun saling melengkapi. Ibu Isverilda Vadya Novira, seorang guru Bimbingan Konseling yang berpengalaman, hadir untuk memberikan wawasan mendalam tentang psikologi remaja dan cara membaca sinyal-sinyal emosi yang sering terlewatkan oleh orang tua. Sementara itu, Bapak Djoko Septian Ari Wibowo, yang merupakan financial planner sekaligus banker dari Bank CIMB Niaga Syariah, berbagi pengetahuan praktis tentang pentingnya literasi keuangan sejak dini dan strategi mengajarkan manajemen keuangan kepada anak remaja.

Dalam paparannya, Ibu Isverilda menekankan bahwa masa remaja adalah periode kritis di mana anak-anak sering mengalami kesulitan mengekspresikan perasaan mereka secara verbal. “Ketika remaja tidak bicara, bukan berarti mereka tidak berkomunikasi,” jelasnya kepada para orang tua yang hadir. Tubuh mereka sebenarnya bersuara melalui berbagai sinyal nonverbal seperti perubahan pola tidur, nafsu makan, ekspresi wajah, hingga bahasa tubuh yang dapat menjadi indikator kondisi emosional mereka. Beliau memberikan tips praktis bagaimana orang tua dapat menjadi lebih sensitif terhadap sinyal-sinyal ini dan meresponsnya dengan tepat sebelum masalah berkembang menjadi lebih serius.

Di sisi lain, Bapak Djoko memberikan perspektif yang tidak kalah penting tentang literasi keuangan. Ia menjelaskan bahwa mengajarkan konsep keuangan kepada remaja bukan hanya tentang uang, tetapi juga tentang membangun karakter tanggung jawab, perencanaan masa depan, dan kemampuan membuat keputusan yang bijak. “Literasi keuangan yang diajarkan dengan benar dapat membantu remaja mengembangkan rasa percaya diri dan kemampuan berpikir kritis,” ujarnya. Beliau juga memberikan contoh-contoh praktis bagaimana orang tua dapat mengintegrasikan pembelajaran keuangan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari memberikan uang saku dengan sistem budgeting sederhana hingga mengajarkan konsep menabung dan investasi yang sesuai dengan nilai-nilai syariah.

Yang menarik dari acara ini adalah bagaimana kedua narasumber berhasil menghubungkan kedua topik tersebut. Mereka menjelaskan bahwa masalah keuangan seringkali menjadi sumber stres bagi remaja, terutama ketika mereka mulai memiliki keinginan dan kebutuhan yang lebih kompleks namun belum memiliki pemahaman yang cukup tentang pengelolaan uang. Ketidakpahaman ini dapat memicu konflik internal yang kemudian diekspresikan melalui perubahan perilaku dan emosi. Oleh karena itu, edukasi keuangan yang tepat dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi beban emosional remaja dan membantu mereka berkomunikasi lebih terbuka dengan orang tua.

Para orang tua yang hadir tampak sangat antusias mengikuti diskusi dan sesi tanya jawab. Banyak dari mereka yang berbagi pengalaman pribadi dan mencari solusi atas tantangan yang mereka hadapi dalam mendidik anak remaja. Suasana yang hangat dan interaktif membuat acara ini tidak hanya menjadi sesi edukasi, tetapi juga momen berbagi dan saling mendukung antar sesama orang tua.

Setelah sesi parenting yang berlangsung selama kurang lebih dua jam, acara dilanjutkan dengan pembagian rapor yang telah dinanti-nantikan. Pembagian rapor ini bukan sekadar rutinitas akademik, tetapi menjadi momen penting untuk penyampaian nilai serta perkembangan siswa selama semester yang telah berlalu. Para wali kelas dan guru mata pelajaran hadir untuk memberikan penjelasan detail tentang capaian akademik, perkembangan karakter, serta rekomendasi untuk perbaikan di semester mendatang.

        Baca Juga : Parenting SHAFTA

Kepala Sekolah Islam SHAFTA menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme orang tua dalam mengikuti program parenting ini. “Kerjasama antara sekolah dan orang tua adalah kunci utama dalam membentuk generasi yang unggul secara akademik dan berkarakter mulia,” ungkapnya. Beliau juga menekankan bahwa program seperti ini akan terus dikembangkan dengan tema-tema yang relevan dan narasumber yang kompeten untuk mendukung perjalanan pendidikan anak-anak.

Program Parenting SHAFTA kali ini berhasil memberikan bekal pengetahuan yang sangat berharga bagi para orang tua. Kombinasi antara pemahaman psikologi remaja dan literasi keuangan memberikan perspektif holistik dalam mendidik anak. Para orang tua diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat menciptakan lingkungan keluarga yang lebih harmonis dan mendukung perkembangan optimal anak-anak mereka.

Acara yang berlangsung dari pagi hingga siang hari ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan anak, baik di rumah maupun di sekolah. Dengan bekal pengetahuan baru tentang cara membaca sinyal emosi remaja dan pentingnya literasi keuangan, para orang tua diharapkan dapat menjadi partner yang lebih efektif bagi sekolah dalam membentuk generasi masa depan yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.


 

PPDB SMP-SMA SHAFTA 2025/2026

http://www.shafta.sch.id/ppdb

0811-32-177-00


Author

Latest Post