Pentingnya Kedisiplinan Dalam Proses Pembelajaran

pentingnya-disiplin-waktu-99

Artikel By : Kholib Samporno, S.E., MM.

           Sering terdengar oleh telingah, terlihat oleh mata, peserta didik saat di sekolah maupun  di luar sekolah berperilaku tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh guru bahkan masih ada yang bertentangan dengan sikap-sikap atau perbuatan yang baik, mungkin kita sering mendengar dan bahkan melihat di media massa baik di surat kabar, majalah, atau di televisi serta di media sosial kita jumpai peserta didik yang perilakunya melampaui batas kewajaran seusia peserta didik dan bahkan ada yang berperilaku kearah tindak kriminal serta terkadang melanggar moral dan norma agama dan tata tertib di masyarakat. Contoh-contoh perilaku peserta didik yang sering kita dengarkan yaitu tidak mengerjakan pekerjaan (PR) atau tugas-tugas lain dari sekolah, masih kita jumpai peserta didik yang suka membolos, masih banyak kita jumpai peserta didik saat datang ke sekolah tidak pernah tepat waktu alias sering terlambat, terkadang juga ada yang melawan kepada guru saat ditegur jika peserta didik melakukan kesalahan, sering juga membuat suasana kelas dibuat ribut atau biar kelasnya gaduh saat pembelajaran, mungkin suka berkelahi dengan teman sekelasnya, serta tidak mau konsentrasi mengikuti pelajaran dikelas.Dari contoh-contoh disamping, maka masih banyak peserta didik yang tidak disiplin dalam proses pembelajaran di kelas.

            Sebagai seorang guru sudah tentu tidak hanya mengajar saja atau tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, memberikan tugas-tugas atau pekerjaan rumah (PR) saja, namun tugas guru lebih dari itu, tugas seorang guru harus selalu mengawasi perilaku atau perbuatan peserta didik setiap waktu pada saat-saat jam di sekolah serta juga melakukan pengawasan perilaku atau perbuatan peserta didik di luar sekolah dengan kerja sama dengan orang tua siswa agar peserta didik tidak melakukan penyimpangan perilaku yang tidak disiplin artinya tata tertib siswa di sekolah dan di luar sekolah harus tetap diperhatikan agar peserta didik melaksanakan seluruh aktivitas di sekolah dan di luar sekolah dengan disiplin sehingga sikap indisiplin tidak pernah dilakukan oleh peserta didik.Peserta didik disiplin adalah tugas dan tanggung jawab seorang guru dalam proses pembelajaran di kelas, artinya untuk proses kepentingan kedisiplinan peserta didik di sekolah dan diluar sekolah guru atau pengajar harus mampu untuk menjadi contoh, pembimbing, atau tauladan serta pengawas dan pengendalian seluruh siswa di kelas maupun di luar kelas.

         Untuk keberhasilan kedisiplinan peserta didik dalam proses pembelajaran tidak hanya difokuskan kepada peserta didik saja agar tercipta suasana atau situasi yang kondusif saat pembelajaran di kelas atau kegiatan pembelajaran di luar kelas melainkan seorang guru atau pengajar harus juga dapat memberikan contoh atau teladan bagi peserta didik saat seorang guru atau pengajar berperilaku di depan peserta didik.Jika peserta didiknya sudah tercipta iklim disiplin yang kondusif di kelas maupun diluar kelas tetapi pengajar atau gurunya tidak mencerminkan sikap disiplin, disiplin waktu saat datang ke sekolah dan masuk kelas saat mengajar, sikap bertutur kata saat pembelajaran di kelas maupun di luar kelas, disiplin melaksanakan kegiatan sekolah, dan lain-lain, tentunya akan sangat berpengaruh terhadap terciptanya iklim kedisiplinan dalam proses pembelajaran artinya sikap disiplin peserta didik yang sudah terbangun akan terkikis sedikit demi sedikit karena guru atau pengajarnya tidak bisa memberikan contoh dan tauladan dalam menciptakan iklim kedisiplinan siswa.

        Sebagai seorang guru atau pengajar, kita sering menjumpai peserta didik di kelas yang melakukan tindakan indisiplin di dalam proses pembelajaran di kelas maupun di kelas misalnya datang terlambat, tidak mengerjakan tugas sekolah, suka membolos, melawan guru saat ditegur oleh guru, suka membuat keributan di kelas dan lain-lain, mungkin juga karena kita sebagai guru atau pengajar kurang disiplin saat kita bekerja di sekolah. Atau mungkin pada saat proses pembelajaran di kelas guru dalam menyampaikan materi di depan peserta didik kurang bisa mengendalikan suasana kelas atau materinya kurang menarik di hadapan peserta didik sehingga peserta didik melakukan hal-hal atau sikap yang kurang baik misalnya membuat keributan di kelas, sering bercakap-cakap di dalam kelas atau bahkan siswa tertidur di dalam kelas karena materinya tidak menyentuh di pikiran peserta didik.

        Berikut adalah pengertian disiplin:

1.  Menurut Gary Dessler (2003:285), pengertian disiplin adalah suatu prosedur yang mengoreksi atau menghukum seseorang bahawan karena melanggaru aturan atau prosedur. 

2.  menurut Menurut Suharsimi Arikunto (1980:114), pengertian disiplin adalah suatu kepatuhan seseorang dalam mengikuti peraturan atau tata tertib karena didorong oleh adanya kesadaran yang ada pada kata hatinya tanpa adanya paksaan dari pihak luar.

3. Menurut Dr. E. Mulyasa.M.Pd. Seorang pengamat pendidikan mengemukakan bahwa dibutuhkan sikpa disiplin diri (self discipline) baik pengajar maupun peserta didik, agar bisa mendongkrak atau meningkatkan kualitas pembelajaran dan dapat menciptakan iklim atau suasana pembelajaran yang kondusif.

        Sangat disayangkan, sikap kita sebagai guru atau pengajar masih ada sikap yang mencerminkan sikap yang tidak disiplin baik dalam mematuhi peraturan saat bekerja dan juga memanfaatkan waktu bekerja yang tidak sesuai dengan yang sudah jadi tanggung jawab kita dalam proses pembelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas yang tidak berjalan dengan mestinya, yang seharusnya kita sebagai guru atau pengajar yang seharusnya professional dengan memberikan materi kepada peserta didik kita dengan baik sehingga peserta didik aktif serta selalu konsentrasi mengikuti serta memahami materi disampaikan oleh guru atau pengajar, terkadang hal-hal tersebut kurang dicapai oleh peserta didik, malah masih kita jumpai saat pembelajaran di kelas maupun di luar kelas masih ada kekacauan atau keributan dalam proses pembelajaran, hal tersebut terjadi mungkin karena sikap kita yang indisiplin di dalam kelas maupun di luar kelas.

        Jika sudah terjadi kekacauan dan keributan dalam proses pembelajaran di kelas maupun di luar kelas, sering kita sebagai guru atau pengajar selalu menyalahkan peserta didik, dan akhirnya kita memberikan hukuman kepada peserta didik, coba kita perhatikan situasi proses pembelajaran di dalam kelas, masih ada guru atau pengajar yang selalu menghukum peserta didiknya dengan berbagai hal, contohnya masih kita jumpai peserta didik dihukum oleh gurunya dengan membersihkan toilet, membersihkan halaman sekolah, atau juga masih kita jumpai dengan hukuman fisik yaitu melakukan push-up, melakukan sit-up, bisa juga dengan hukuman lari mengelilingi halaman sekolah atau lapangan olahraga, karena peserta didik dianggap tidak disiplin dalam proses pembelajaran di kelas maupun di luar kelas. Sebagai seorang guru atau pengajar haruslah mawas diri terhadap peristiwa yang ditimbulkan saat guru atau pengajar saat melakukan pembelajaran, guru atau pengajar harus introspeksi diri mengapa hal tersebut terjadi, mengapa peserta didik melakukan keributan, mengapa peserta tidak kurang bisa memahami materi yang sedang guru atau pengajar sampaikan, mungkin karena sikap kita kurang disiplin dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas. 

        Hukuman kepada peserta didik dalam proses pembelajaran di dalam kelas maupun diluar kelas tidak akan pernah terjadi dilakukan oleh guru atau pengajar jika peserta didik maupun guru atau pengajar selalu bersikap disiplin dalam proses pembelajaran di kelas maupun di luar kelas.

       Dalam proses pembelajaran, upaya untuk mendisiplinkan peserta didik dan guru atau pengajar tentu harus dilakukan dalam bentuk teguran lisan maupun tulisan serta rasa kasih sayang dan harus selalu ditujukan kepada peserta didik dan guru atau pengajar guna membantu peserta dan didik dan guru untuk mengatasi serta mencegah terjadinya masalah kedisiplinan dan selalu berupaya menciptakan situasi atau keadaan yang menyenangkan di dalam kelas maupun diluar kelas saat kegiatan pembelajaran. Dengan hal tersebut maka peserta didik dan guru atau pengajar selalu mentaati segala bentuk peraturan dan tata tertib yang telah ditetapkan oleh sekolah. Disiplin dengan teguran lisan maupun tulisan dengan penuh rasa kasih sayang maka akan memberikan bantuan kepada peserta didik dan guru atau pengajar untuk menjadikan mereka mampu berdiri sendiri ( help for self help).

       Begitu besarnya pengaruh kemampuan sikap disiplin yang ditunjukkan dalam pembelajaran sehingga mampu untuk mensukseskan jalannya proses pembelajaran dengan baik tanpa adanya kekacauan, keributan serta penuh konsentrasi proses pembelajaran di dalam kelas maupun diluar kelas. Maka dari itu sikap disiplin peserta didik dan guru sangatlah dibutuhkan dalam proses pembelajaran.

      Terkadang kita lupa bahwa faktor yang menyebabkan terjadinya ketidak fokusan siswa dalam mengikuti pembelajaran di kelas diakibatkan karena peserta didiklah yang kurang disiplin sehingga menimbulkan proses pembelajaran kurang berhasil pada akhirnya karena siswa sering tidak memperhatikan, siswa ribut sendiri. Padahal masih banyak kita jumpai seorang guru atau pengajar juga merupakan salah salah faktor yang menyebabkan proses pembelajaran kurang menarik dan kurang diminati peserta didik sehingga peserta didik tidak memperhatikan, tidak mau konsentrasi, malah cenderung menciptakan keributan dalam kelas karena guru dalam proses pembelajaran kurang disiplin, disiplin dalam waktu, ataupun disiplin dalam menyampaikan materi kurang menarik dalam proses pembelajaran di dalam kelas, atau kurangnya kepribadian guru di mata peserta didik.

     Menurut Prof. Dr. Zakiyah (1982) seorang psikolog terkemukan menegaskan; kepribadian itulah yang akan menentukan apakah ia akan menjadi pendidik dan Pembina yang baik bagi anak didiknya, ataukah akan menjadi perusak atau penghancur bagi hari depan peserta didik terutama bagi didik didik  yang masih kecil (tingkat dasar) dan mereka yang sedang mengalami kegoncangan jiwa (tingkat menengah). 

     Oleh karena itu sebagai guru atau pengajar yang professional diharapkan memahami bagaimana mengevaluasi kondisi karakteristik kepribadiannya dirinya tersebut untuk menjadikan teladan atau panutan bagi para peserta didiknya. Secara kepribadian seorang guru atau pengajar selalu berperilaku disiplin dan professional menjadi seorang guru dan tentunya selalu meningkatkan kualitas dan tidak otoriters dalam proses pembelajaran di dalam kelas maupun diluar kelas. Disamping guru harus disiplin, guru pun harus mampu menguasai materi artinya guru memiliki keyakinan yang mendalam terhadap ilmu yang berhubungan dengan proses kependidikan sehingga guru mampu menyelesaikan masalah-masalah yang timbul saat proses pembelajaran. 

       Guru sangat diharapkan menjadi pembimbing bagi para peserta didik di dalam kelas maupun di luar kelas juga khususnya ketika peserta didik berada di lingkungan sekolah seperti berada di perpustakaan, laboratorium, di masjid atau musollah sekolah, di kantin sekolah dan lain sebagainya. Sesuai dengan tugas guru sebagaimana tercantum dalam peraturan pemerintah nomor 74 tahun 2008 tentang guru pasal 52, meliputi: (1) merencanakan pembelajaran; (2) melaksanakan pembelajaran; (3) menilai hasil pembelajaran; (4) membimbing dan melatih peserta didik; dan (5) melaksanakan tugas tambahan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kedisiplinan peserta didik dan guru atau pengajar sangatlah penting dan besar pengaruhnya terhadap suksesnya proses pembelajaran di dalam kelas maupun diluar kelas sehingga terciptanya iklim dan suasana pembelajaran yang kondusif serta dapat meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.

Referrensi :

https://www.maxmanroe.com

Author

Latest Post

Jazz

Related Post

Jazz