MENYISIR MALAM MENGGAPAI LAILATUL QADAR

lail_3

Tidak terasa kegiatan berburu malam ganjil di bulan Ramadan membawa tren positif di kalangan siswa, wali murid dan seluruh civitas akademik. Hal ini sebenarnya diketahui saat kegiatan malam lailatul qadar baru terasa bedanya ketika ada peningkatan di malam kedua puluh lima. Tidak dapat dipungkiri mengajak kebaikan untuk bertahan dalam waktu beberapa jam beribadah terasa berat bagi yang tidak terbiasa. Namun beda rasanya ketika hal ini dirasakan di malam kedua puluh lima dan sudah dua malam dilakukan bersama kelas sembilan, kelas dua belas dan orang tua siswa.

Hal ini tampak dari jumlah jamaah yang ikut bertambah dari malam-malam sebelumnya. Mereka sadar bahwa keinginan meraih lailatul qadar hanya bisa didapatkan satu tahun sekali. Maka beruntunglah bagi mereka yang berpuasa di siang hari, malamnya diisi dengan kegiatan tarawih, tadarus dan sholat sunnah tahajut, sholat tasbih dan sholat hajat. Sehabis sholat ini dilanjutkan dengan istighotsah hingga selesai dipimpin ustad Solehudin. Bagi yang sudah merasakan ikut selama tiga malam di malam ganjil ini diharapkan bisa berusaha untuk melakukan di malam kedua puluh tujuh dan kedua puluh sembilan di rumah masing-masing.

Tentunya kenangan ini akan membekas bagi siswa dan orang tua yang ikut melakukan sholat malam di bulan Ramadan tepatnya di malam-malam ganjil. Semoga dengan adanya niat baik ini Sekolah Islam Shafta berusaha menggapai semua yang ada di sekolah dan bersama-sama siswa serta wali murid meraih lailatul qadar. Harapan di tahun depannya semoga jamaah sholat sunnah di malam ganjil ini lebih banyak yang ikut serta meramaikan ibadah sunah.

Author

Latest Post

Related Post