Listrik bisa dihasilkan dari berbagai sumber. Energi listrik yang sudah dihasilkan kemudian dapat dihantarkan. Proses penghantaran ini melalui kabel dan disalurkan ke berbagai perangkat dan sistem untuk digunakan dalam berbagai aplikasi.
Secara garis besar, energi listrik dibedakan menjadi dua, yaitu listrik statis dan listrik dinamis.
Muatan listriknya tidak bergerak dan berkumpul pada satu objek yang bukan konduktor listrik. Listrik statis terjadi karena gosokan dua material berbeda. Contohnya, ketika penggaris plastik digosokkan ke rambut, penggaris plastik akan bermuatan listrik statis.
Muatan listriknya dapat bergerak atau mengalir. Listrik dinamis terjadi karena arus searah dan arus bolak balik. Listrik dinamis dihasilkan dari sumber listrik atau pembangkit listrik. Contohnya, ketika saklar di posisi ON, akan terjadi aliran listrik yang menyebabkan lampu menyala.
Sumber energi alternatif listrik adalah sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan listrik tanpa menggunakan bahan bakar fosil. Beberapa contoh sumber energi alternatif listrik, di antaranya:
Energi matahari dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik dengan menggunakan panel surya atau sel fotovoltaik (PV). Panel surya dapat mengubah radiasi matahari menjadi energi listrik yang dapat digunakan untuk berbagai benda, seperti lampu listrik, mobil listrik, dan perahu listrik.
Energi angin dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik dengan menggunakan turbin angin. Turbin angin mengubah energi kinetik dari angin menjadi energi mekanik yang kemudian diubah menjadi listrik.
Energi air dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik dengan menggunakan pembangkit listrik tenaga air (PLTA). PLTA menggunakan bendungan untuk mengatur aliran air yang kemudian dialirkan melalui turbin untuk memutar generator.