Kesistematikaan Laporan Magang

laporan magang

Laporan magang merupakan salah satu karya ilmiah. Penulisan laporan memiliki aturan-aturan yang harus dipenuhi. Dengan pemenuhan aturan dalam penulisan laporan, seseorang dapat menghasilkan laporan yang baik. Aturan dalam penulisan laporan mempermudah seseorang dalam menyampaikan hasil kegiatan yang telah dilakukan. Seorang penulis laporan akan mengalami kesulitan ketika penulis tidak memahami kaidah dalam menulis laporan. laporan yang dihasilkan pun tidak maksimal dalam menyampaikan hasil kegiatan yang telah dilakukan.

Faktor yang menjadi kendala dalam proses atau revisi laporan magang adalah kesistematikaan dalam penulisan laporan. Pembahasan tiap bab di dalam laporan memiliki keterkaitan antarbab. Namun, terkadang, penulis tidak dapat mengaitkan penjelasan-penjelasan yang dalam tiap bab. hal itu mengakibatkan hasil penulisan laporan kurang maksimal karena ada sesuatu yang tidak tergambarkan atau tidak dijelaskan dalam bab selanjutnya. hal itu menjadi kekurangan laporan tersebut dan dapat dijadikan sebagai sesuatu yang fatal.

Perhatikan kerangka laporan berikut ini!

1. BAGIAN AWAL
Halaman Judul atau Sampul
Lembar Pengesahan
Motto dan Persembahan
Biodata Peserta Magang
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Gambar
Daftar Lampiran
2. BAGIAN INTI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Tujuan Praktik Industri
C. Manfaat Praktik Industri
BAB II GAMBARAN PERUSAHAAN
A. Sejarah (diisi sejarah perusahaan/Kantor)
B. Struktur Organisasi (struktur Perusahaan/Kantor)
C. Kedudukan dan Letak (isi dengan identitas/alamat Perusahaan/Kantor)
D. Prosedur Pelayanan (uraikan pelayanan Perusahaan/Kantor)
BAB III PELAKSANAAN MAGANG
A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Magang
B. Bahan dan Alat
C. Faktor Pendukung dan Penghambat Pelaksanaan Magang
D. Ruang Lingkup Pekerjaan Teknis
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran

Berdasarkan kerangka laporan di atas, sistematika laporan dapat terlihat secara umum. Bagian awal berisi tentang isi sebuah laporan. Seseorang yang ingin melihat isi sebuah laporan dapat melihat bagian awal dari sebuah laporan. Tidak hanya itu, kesistematikaan pun dapat terlihat jika isi sebuah laporan sesuai dengan halaman yang tertera dalam bagian awal. Jika hal itu tidak sesuai, laporan tidak dapat dikatakan sistematika atau salah dalam pembuatan laporan. Berbeda dengan bagian awal, bagian akhir dari laporan merupakan penjelasan laporan magang. Isi dari bagian inti berupa penjelasan atau deskripsi sebuah alasan, tujuan, kegiatan, dan simpulan kegiatan magang.

Dalam sebuah laporan magang, penjelasan yang menjadi fokus dari laporan adalah deskripsi mengenai tujuan dan manfaat dari kegiatan magang. Bagian tersebut sering tidak dijelaskan di dalam laporan magang. Penjelasan bagian tersebut sangat dibutuhkan karena sebagai tolak ukur atau indikator ketercapaian dari kegiatan yang telah dilakukan. Sebagai contoh:

Jika seorang siswa dalam sebuah laporannya menuliskan tujuan magang, yaitu:

  1. untuk menambah pengalaman dan ilmu baru yang belum pernah diperoleh dari sekolah;
  2. untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh dari sekolah;
  3. untuk mengetahui dan memahami mekanisme dunia kerja.

Tujuan-tujuan tersebut harus terdeskripsikan di dalam laporannya, baik secara tersirat atau tersurat. Penjelasan tujuan-tujuan tersebut memberikan sebuah pemaparan keberhasilan atau belum tercapainya sesuatu yang telah dilakukan. Berdasarkan kerangka laporan di atas, pemaparan tujuan laporan terletak di dalam bab tiga, sub bab empat. Sebagai contoh, perhatikan paragraf berikut ini!

 

Salah satu kegiatan magang di bengkel Wawan AJS adalah melakukan pengelasan. Bengkel tersebut melayani pembuatan pagar, kanopi, dan pekerjaan lain yang berkaitan dengan pengelasan. Pekerjaan atau kegiatan tersebut merupakan pengalaman baru bagi siswa magang. Hal itu belum pernah didapatkan di sekolah karena para siswa berasal dari SMA bukan SMK. Pada hari pertama, siswa magang belum diperbolehkan melakukan pengelasan. Namun, pada hari berikutnya, siswa magang diajari untuk melakukan pengelasan. Ada beberapa teori pengelasan yang diajarkan. Hal  itu lebih mudah diterima karena dengan melakukan praktik secara langsung. Penelasan tidak oleh secara asal-asalan karena hasil pengelasan akan buruk. Bahkan, hasil pengelasan memperburuk sesuatu yang akan dilas.

 

Paragraf di atas berisi pemaparan kegiatan magang dan di dalamnya tertera tujuan yang diperoleh siswa magang. Paragraf di atas memuat tujuan pertama yang ingin dicapai oleh siswa. Jika paragraf tersebut dideskripsikan di dalam laporan magang, para siswa telah mencapai tujuan yang diinginkan. Namun, terkadang, para siswa tidak mencantumkan tujuan magang di dalam penjelasan kegiatan magang. Hal itu mengurangi kelengkapan isi dari laporan. Untuk tujuan kedua dan ketiga, siswa dapat memaparkan seperti pemaparan pada paragraf di atas sehingga korelasi antarbab tetap terjaga dan sistematika laporan pun ada.