
Pemerintah Jepang menyadari bahwa dalam jangka panjang negerinya tidak akan mampu menampung pertambahan penduduk yang terus meningkat. Oleh karena itu, Jepang berusaha memecahkan permasalahan ini dengan menempuh dua jalan, yaitu memperluas daerah industrialisasi dan melakukan ekspansi wilayah.
Untuk mendukung kegiatan industrinya, Jepang mulai mengadakan serangan ke wilayah sekitar, diantaranya Cina, Rusia dan Korea. Dalam perang itu Jepang berhasil mendapatkan kemenangan sehingga seluruh wilayah Asia Timur berhasil dikuasai oleh Jepang. Upaya ekspansi dan imperialisme Jepang di Asia Pasifik harus berhadapan dengan AS dan negara- negara Barat. Oleh karena itu, tidak ada jalan lain bagi Jepang, selain mengusir AS dan bangsa- bangsa Barat lain dari kawasan Asia Pasifik, salah satunya menghancurkan Pearl Harbour.
Pada bulan Februari 1942 Jepang berhasil menguasai Malaysia. Dari Malaysia, Jepang melanjutkan serangannya ke Burma kemudian ke Filipina. Pada bulan Mei 1942, Jepang berhasil menguasai Filipina. Keberhasilan Jepang menguasai Filipina makin melancarkan jalan dalam upayanya menguasai seluruh Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Pada tanggal 1 Maret 1942, sebelum matahari terbit, Jepang mulai mendarat di tiga tempat di Pulau Jawa, yaitu di Banten, Indramayu, dan Rembang, masing-masing dengan kekuatan lebih kurang satu divisi. Pada awalnya, misi utama pendaratan Jepang adalah mencari bahan-bahan keperluan perang. Pendaratan ini nyatanya disambut dengan antusias oleh rakyat Indonesia. Kedatangan Jepang memberi harapan baru bagi rakyat Indonesia yang saat itu telah menaruh kebencian terhadap pihak Belanda. Hingga akhirnya tanggal 8 Maret 1942, upacara serah terima kekuasaan dilakukan antara tentara Jepang dan Belanda di Kalijati. Dengan demikian, berakhirlah penjajahan Belanda di Indonesia.





