IFP adalah Interactive Flat Panel atau Papan Interaktif Digital yang saat ini membawa banyak perubahan dalam dunia pendidikan. Jika dulu kegiatan belajar di kelas hanya mengandalkan papan tulis, buku paket, dan tak jarang juga dulu sebelum adanya Program IFP penjelasan guru tanpa menunjukkan visualisasi, sekarang pembelajaran mulai berkembang menjadi lebih modern dengan bantuan teknologi digital. Menurut saya, digitalisasi pendidikan menjadi salah satu langkah yang sangat membantu siswa dan guru dalam menciptakan suasana belajar yang lebih efektif dan menarik. Hal tersebut juga mulai saya rasakan sendiri sebagai siswa di SMAS Shafta Surabaya sejak sekolah mulai menggunakan IFP dalam kegiatan pembelajaran sebagai bagian dari program digitalisasi pendidikan yang sedang dikembangkan pemerintah pada masa kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto.
Sebelum adanya IFP di SMAS Shafta Surabaya, pembelajaran di kelas biasanya masih menggunakan papan tulis dan proyektor. Guru sering menjelaskan materi dengan menulis di papan atau menampilkan presentasi menggunakan proyektor. Namun, penggunaan proyektor terkadang cukup merepotkan karena harus dipasang terlebih dahulu dan membutuhkan banyak kabel. Selain itu, tampilan proyektor kadang kurang jelas apabila ruangan terlalu terang. Tidak jarang proses belajar menjadi sedikit terhambat hanya karena masalah teknis saat menyalakan proyektor atau mengatur tampilan layar. Sebagai siswa, saya juga pernah merasa pembelajaran di kelas menjadi membosankan ketika guru terlalu lama menjelaskan materi hanya melalui tulisan di papan tulis. Apalagi jika materinya cukup panjang atau sulit dipahami, suasana kelas menjadi kurang aktif dan beberapa siswa mulai kehilangan fokus. Kadang ada siswa yang malah mengobrol sendiri karena merasa pelajaran terlalu monoton. Menurut saya, kondisi seperti itu cukup wajar karena metode pembelajaran yang digunakan masih kurang variatif.
Perubahan mulai terasa ketika SMAS Shafta Surabaya mulai menggunakan IFP di beberapa ruang pembelajaran. Awalnya saya mengira IFP hanya seperti televisi biasa, tetapi ternyata penggunaannya sangat membantu dalam proses pembelajaran. Guru dapat langsung menampilkan materi, video pembelajaran, gambar, maupun presentasi tanpa harus repot memasang proyektor terlebih dahulu. Hal tersebut membuat pembelajaran terasa lebih praktis dan tidak membuang banyak waktu.
Saya paling merasakan manfaat IFP ketika pelajaran Bahasa Arab dan Informatika. Saat itu, guru menggunakan permainan edukatif interaktif melalui layar IFP. Siswa dapat langsung menekan jawaban pada layar untuk menjawab pertanyaan yang diberikan. Meskipun terlihat seperti permainan, kegiatan tersebut sebenarnya membantu siswa memahami dan menghafal kosakata Bahasa Arab dengan lebih mudah, serta mempelajari banyak komponen tentang pembelajaran Informatika di dalam lab komputer lebih mudah. Pembelajaran menjadi lebih aktif karena siswa ikut berpartisipasi secara langsung, bukan hanya mendengarkan penjelasan guru.
Menurut saya, metode seperti ini membuat suasana kelas lebih menyenangkan sekaligus meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.
Meskipun demikian, penggunaan IFP tetap harus dimanfaatkan dengan baik dan sesuai kebutuhan pembelajaran. Kehadiran IFP memang sangat membantu guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar, tetapi penggunaannya juga harus tetap diawasi agar tidak digunakan dengan tidak semestinya dan seterusnya dimanfaatkan secara maksimal dalam proses pembelajaran. Menurut saya, keberadaan IFP membuat kegiatan belajar mengajar menjadi lebih menarik, interaktif, dan membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah dibandingkan metode pembelajaran sebelumnya. Tampilan visual, video pembelajaran, serta fitur interaktif yang tersedia, suasana kelas menjadi lebih aktif dan tidak membosankan. Saya juga berharap kedepannya semakin banyak guru yang memanfaatkan fitur-fitur pada IFP untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada penjelasan materi, tetapi juga dapat dikombinasikan dengan kuis interaktif, permainan edukatif, maupun media visual lainnya agar siswa lebih semangat belajar. Selain itu, saya berharap fasilitas digital seperti IFP tidak hanya digunakan untuk kegiatan pembelajaran tertentu saja, tetapi dapat dimanfaatkan secara optimal dalam berbagai mata pelajaran dan kegiatan sekolah lainnya.
Selain membantu siswa memahami materi pelajaran, penggunaan IFP juga memudahkan guru dalam menyampaikan pembelajaran secara lebih kreatif dan inovatif. Guru dapat menampilkan gambar, video pembelajaran, presentasi interaktif, maupun kuis edukatif yang membuat siswa lebih tertarik mengikuti kegiatan belajar mengajar. Menurut saya, metode pembelajaran seperti ini jauh lebih efektif dibandingkan pembelajaran yang hanya berfokus pada penjelasan melalui papan tulis. Siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga terlibat secara langsung selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, suasana kelas menjadi lebih aktif, komunikatif, dan menyenangkan.
Saya juga merasakan bahwa penggunaan IFP dapat meningkatkan semangat belajar siswa di kelas. Ketika guru menggunakan media visual atau permainan edukatif interaktif, suasana pembelajaran menjadi lebih hidup dan siswa terlihat lebih fokus memperhatikan materi yang disampaikan. Bahkan siswa yang biasanya kurang aktif dalam pembelajaran mulai berani bertanya, menjawab pertanyaan, maupun menyampaikan pendapat. Menurut saya, tampilan visual yang jelas dan fitur interaktif pada IFP memberikan pengaruh positif terhadap minat belajar siswa sehingga pembelajaran tidak terasa membosankan. Selain dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran, IFP di SMAS Shafta Surabaya juga sering digunakan dalam berbagai kegiatan sekolah lainnya. Misalnya untuk kegiatan sosialisasi, rapat, hingga kegiatan organisasi siswa. Kehadiran IFP membuat berbagai kegiatan sekolah menjadi lebih praktis dan efisien karena tidak perlu lagi menggunakan proyektor yang memerlukan banyak persiapan. Adanya fasilitas tersebut, kegiatan sekolah dapat berjalan lebih tertata, modern, dan efektif.
Menurut saya, program digitalisasi pendidikan seperti ini merupakan langkah yang baik dalam mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia. Kehadiran fasilitas pembelajaran digital di sekolah membantu siswa dan guru lebih siap menghadapi perkembangan teknologi di era modern. Selain meningkatkan efektivitas pembelajaran, penggunaan teknologi juga melatih siswa agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.








