Berargumen sering kali dilakukan oleh seseorang. Namun, seringkali, pendapat yang disampaikan langsung pada permasalahan yang dirasakan. Berargumen akan terasa enak dirasakan jika seseorang berargumen berdasarkan struktur yang telah ada. Ada beberapa bagian dari struktur teks argumentasi, yaitu pendahuluan, badan argumen dan simpulan.
Seseorang yang tidak bisa berargumen dengan struktur yang sudah ada dapat dilatih. Bagaimana cara melatihnya? Pernahkah kalian berkomentar terhadap sesuatu? Jika kalian pernah mengomentari sesuatu, itu menandakan kalian memiliki pemikiran yang berbeda terhadap sesuatu. Contoh, seorang teman yang mengomentari kedisiplinan temannya, “Kamu itu jangan suka bolos. jika kamu bolos, kamu akan tertinggal materi pelajaran”. Berdasar komentar tersebut, seseorang tentunya memiliki sudut pandang atau penilaian terhadap temannya. Beberapa penilain tersebut dapat dijadikan sebagai pengantar atau pendahuluan dalam berargumentasi. Bentuk dari penilaian atau sudut pandang tersebut dibuat menjadi pernyataan umum.
- Seorang siswa itu harus menjadi siswa yang rajin dan disiplin masuk kelas.
- Seorang siswa yang jarang masuk kelas akan tertinggal dalam memahami materi pelajaran.
- Siswa yang tidak pernah bolos memiliki pemahaman materi lebih baik daripada siswa yang tidak masuk.
- pengerjaan tugas bagi siswa yang disiplin masuk kelas lebih mudah daripada siswa yang sering bolos atau tidak masuk sekolah.
Pada badan argumen, seseorang memberikan sebuah pendapat kemudian dilengkapi dengan sebuah fakta atau data yang memperkuat argumentasinya. Berdasarkan komentar di atas, “Kamu itu jangan suka bolos. jika kamu bolos, kamu akan tertinggal materi pelajaran”, komentar tersebut termasuk dalam kategori fakta karena telah menunjukkan bukti dari sebuah pernyataan. Oleh karena itu, harus dibuatkan pernyataan umum dari fakta tersebut. Pernyataan tersebut dapat berupa, “Seorang siswa akan mengalami kesulitan jika sering bolos sekolah. Hal itu pun akan mempersulit seorang siswa kedepannya”
Hal terakhir yang dilakukan adalah membuat simpulan. Simpulan diperoleh dari penegasan ulang dari pendapat-pendapat yang telah disampaikan. Perhatikan bentuk teks argumentasi berikut ini!
Seorang siswa itu harus menjadi siswa yang rajin dan disiplin masuk kelas. Seorang siswa yang jarang masuk kelas akan tertinggal dalam memahami materi pelajaran. Siswa yang tidak pernah bolos memiliki pemahaman materi lebih baik daripada siswa yang tidak masuk. Pengerjaan tugas bagi siswa yang disiplin masuk kelas lebih mudah daripada siswa yang sering bolos atau tidak masuk sekolah.
Seorang siswa akan mengalami kesulitan jika sering bolos sekolah. Hal itu pun akan mempersulit seorang siswa kedepannya. Kamu itu jangan suka bolos. jika kamu bolos, kamu akan tertinggal materi pelajaran. Tugasmu akan menumpuk dan kamu pun akan kesultan dalam menyelesaikan tugas. Tidak hanya itu, jika tugasmu tidak selesai, kamu tidak akan diperbolehkan mengikuti kegiatan UTS.
Oleh karena itu, kamu harus menjadi siswa yang rajin. Jangan pernah bolos sekolah! Seorang siswa yang bolos sekolah akan merugikan dirinya sendiri. Kerugian tersebut pun akan meluas. Bahkan, seorang siswa akan berpotensi tidak dapat mengikuti ujian karena sering bolos.













