Bab I; Semangat Keilmuan (PAI Kelas IX)

Sampul PAI kelas 9

Menuntut ilmu Adalah kewajiban bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Hal tersebut sesuai dengan hadis Riwayat Ibnu Majah berikut

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِ مُسْلِمٍ (رواه ابن ماجه)

“Mencari ilmu itu wajib atas setiap muslim” (H.R. Ibnu Majah)

Selain dalil di atas, wahyu pertama yang diturunkan oleh Allah S.W.T. kepada Nabi Muhammad S.A.W. adalah perintah untuk membaca; Q.S. al-‘Alaq ayat 1-5. Ini menjadi petunjuk bahwa salah satu cara untuk mendapatkan ilmu adalah dengan membaca. Di dalam al-Qur`an, terdapat kurang lebih tujuh ratus lima puluh ayat rujukan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan. Itu sebabnya al-Qur`an sangat menekankan pentingnnya belajar dan menuntut ilmu.

Materi pada bab ini akan terfokus mengkaji salah satu ayat yang menjelaskan pentingnya mencari ilmu dan adab dalam majlis ilmu, yakni Q.S. al-Mujadalah/58: 11, sebagaimana berikut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انشُزُوا فَانشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ (١١)

Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: ‘Berlapang-lapanglah dalam majelis’, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: ‘Berdirilah kamu’, maka berdirilah; niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Mujādilah [58]:11)

Tafsir Para Ulama

Untuk mendalami makna ayat di atas. Kita memerlukan penjelasan dari para pakar ahli tafsir, agar tidak ada kesalahan dalam menafsiri ayat tersebut.

  1. Tafsir al-Ṭabarī (Jāmi’ al-Bayān)

Ayat ini turun terkait majelis Rasulullah ﷺ yang padat oleh para sahabat. Ketika orang baru datang (terutama Ahl al-Badr), mereka diminta memberi ruang. Sedangkan perintah “تَفَسَّحُوا” (berlapang-lapanglah): maksudnya adalah kita harus memberikan tempat bagi saudara seiman, dan jangan egois.

Perintah “انشُزُوا” (berdiri/berpindah): maksudnya berdiri untuk memberi tempat, atau berpindah untuk suatu kebaikan, seperti jihad, shalat, atau menghadiri majelis ilmu. Jika kita bisa melaksanakan perintah tersebut, maka Allah akan melapangkan urusannya di dunia & akhirat. Hal tersebut sesuai dengan hadis nabi. Rasulullah ﷺ bersabda:

من سلك طريقًا يلتمس فيه علمًا سهل الله له به طريقًا إلى الجنة

“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

 

  1. Tafsir al-Sa‘dī (Pakar Tafsir Kontemporer)

Ayat ini mendidik kaum muslimin agar:

  1. Rendah hati dan tidak sombong dalam majelis.
  2. Taat perintah Rasulullah ﷺ ketika diminta berdiri/berpindah.
  3. Mendapatkan kelapangan dari Allah dalam segala urusan bagi yang melapangkan saudaranya.
  4. Semangat dalam belajar, karena ilmu menjadi sebab derajat tinggi di sisi Allah, dan iman yang disertai dengan ilmu menjadikan manusia lebih sempurna.

 

Kesimpulan

Setelah membaca keterangan dua tokoh tafsir di atas, Kesimpulan yang dapat kita ambil adalah:

  1. Ayat ini mengajarkan adab dalam majelis: beri ruang, jangan egois.
  2. Perintah berdiri adalah bentuk ketaatan, baik untuk memberi tempat maupun untuk kebaikan.
  3. Allah menjanjikan kelapangan urusan di dunia dan akhirat bagi yang melapangkan saudaranya.
  4. Allah meninggikan derajat orang beriman, khususnya yang berilmu, sebagai bentuk penghargaan terhadap iman & ilmu.