Naskah Drama Bahasa Indonesia

Screenshot (1290)

Mengevaluasi Gagasan Naskah Drama

Sebuah naskah drama ditulis untuk dipentaskan oleh sutradara beserta aktor di panggung dengan disaksikan penonton. Aktor mementaskan naskah drama atas bimbingan sutradara. Aktor harus melakukan akting dalam memerankan tokoh tertentu.

Pengertian Drama

Drama adalah karya sastra yang menggambarkan kehidupan manusia melalui dialog, tindakan, dan konflik yang dipentaskan di atas panggung. Kata drama berasal dari bahasa Yunani draomai yang berarti bertindak atau berbuat.

Unsur Intrinsik Naskah Drama

  1. Tema (Gagasan utama dalam drama)
  2. Alur (Jalannya cerita
  3. Penokohan (karakter tokoh)
  4. Dialog (percakapan antartokoh dalam drama)
  5. Latar (Tempat, waktu, dan suasana cerita)
  6. Amanat (Pesan moral yang ingin disampaikan)

Unsur Ekstrinsik Naskah Drama

Faktor luar yang memengaruhi drama:
1. Kondisi sosial
2. Budaya
3. Nilai agama
4. Pengalaman pengarang

Wawancang dan Kramagung

di dalam naskah drama terdapat wawancang dan kramagung.

A. Wawancang
Wawancang adalah dialog atau percakapan yang diucapkan oleh tokoh dalam drama. Jadi, semua kalimat yang harus diucapkan pemain termasuk wawancang.
Contoh:
Andi: “Aku sudah menunggumu sejak tadi.”
Beni: “Maaf, aku terlambat.”
Kalimat yang diucapkan Andi dan Beni itulah yang disebut wawancang.

B. Kramagung
Kramagung adalah petunjuk gerak, ekspresi, tindakan, atau perilaku tokoh dalam drama. Biasanya ditulis di dalam
tanda kurung atau dicetak miring sebagai arahan bagi pemain.
Contoh:
Andi: (berjalan mondar-mandir dengan wajah gelisah) “Kenapa dia belum datang juga?”