Majas dalam Teks Puisi

Screenshot (1289)

Pengertian Majas

Majas adalah gaya bahasa yang digunakan penulis untuk menyampaikan sesuatu dengan cara kiasan, imajinatif, atau tidak langsung, agar makna yang disampaikan menjadi lebih hidup, menarik, atau memiliki kesan tertentu.

Jenis-jenis Majas

A) Personifikasi

Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang memberikan sifat-sifat manusia kepada benda mati, hewan, atau hal-hal abstrak. Dengan personifikasi, benda yang sebenarnya tidak hidup seolah-olah bisa hidup layaknya manusia.
Contoh:
“Bulan tersenyum di balik awan.”
(Bulan seolah-olah bisa “tersenyum.”)

B. Hiperbola

Majas hiperbola adalah gaya bahasa yang digunakan untuk melebih-lebihkan sesuatu agar kesan yang ditimbulkan menjadi lebih kuat, dramatis, atau emosional.
Contoh:
“Aku menunggumu hingga seribu tahun.”
(Tentu tidak benar-benar menunggu selama seribu tahun, hanya ingin menunjukkan kesetiaan yang sangat besar.)

C. Simile

Majas simile adalah gaya bahasa perbandingan yang menggunakan kata penghubung seperti seperti, bagaikan, bagai, laksana, umpama, ibarat, dan sejenisnya. Jadi, dalam simile, sesuatu dibandingkan secara langsung dengan hal lain untuk memperjelas makna atau memperindah kalimat.
Contoh:
“Cintanya suci laksana embun di pagi hari.”
(Cinta dibandingkan dengan embun yang bersih.)

D. Metafora

Majas metafora adalah gaya bahasa perbandingan langsung tanpa menggunakan kata penghubung seperti “seperti”, “bagai”, atau “laksana”.
Jadi, sesuatu diibaratkan secara tersirat menjadi hal lain untuk memperkuat makna dan memperindah bahasa.
Contoh:
“Hatimu adalah lautan luas.”
(Lautan luas = menggambarkan kelapangan hati.)