Memanfaatkan Lahan Seadanya untuk Budidaya Jamur

Pemanfaatan Lahan untuk Budidaya Jamur

Budidaya jamur tiram merupakan hal yang bisa dibilang tidak sulit untuk dilakukan bahkan di rumah sendiri. Seperti yang dilakukan di Sekolah Islam SHAFTA Surabaya, di mana kami mengajak para siswa untuk memanfaatkan lahan tak terpakai untuk melakukan budidaya jamur tiram. Kira-kira, hal apa saja yang harus diperhatikan saat melakukan budidaya jamur tiram, ya? Yuk simak pembahasannya sampai selesai!

Perhatikan Media Menanam

Hal yang paling penting dalam melakukan budidaya jamur tiram adalah media tanamnya. Pastikan bahwa media tanam jamur tiram terdiri dari beberapa bahan yang dibutuhkan seperti serbuk gergaji yang telah dikompos terlebih dahulu. Serbuk gergaji dari kayu ini berfungsi sebagai pemasok nutrisi bagi jamur tiram. Pastikan pula media dalam keadaan steril.

Baca Juga: Hari Gizi dan Makanan Nasional 2024

Kelembapan Ruangan

Guna menjaga agar pertumbuhan jamur tiram baik, kelembapan ruangan merupakan faktor esensial yang harus terjaga. Melansir dari laman mediatani, pastikan ruangan atau lahan yang kalian gunakan untuk budidaya jamur tiram memiliki tingkat kelembapan sekitar 60%–70% pada masa inkubasi, dan 80%–90% pada masa pertumbuhan.

Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi

Jika tidak ada masalah dengan hal-hal seperti media tanam, pencahayaan, suhu, ataupun kelembapan udara, maka yang harus diperhatikan selanjutnya adalah pemenuhan nutrisi untuk jamur. Beberapa kandungan seperti karbon, nitrogen, mineral, maupun vitamin harus sesuai dan cukup untuk jamur agar bisa berkembang dengan sempurna.

Kesimpulan

Bagaimana menurut kalian, Sobat SHAFTA? Apakah sudah ada gambaran atau rencana untuk mencoba sendiri di rumah? Selain beberapa poin yang disebutkan sebelumnya, jangan lupa juga untuk memenuhi kebutuhan si jamur seperti menyiraminya 2x dalam sehari ya mengingat jamur membutuhkan kelembapan yang bisa dibilang cukup tinggi. Semoga informasi yang kami sampaikan bermanfaat ya, Sobat SHAFTA!

Author

Latest Post

Jazz

Related Post

Jazz