Makna Surah Al-Baqarah 270-271 & 275 Serta Ali-Imran 30-31

Sudahkah Sobat SHAFTA bersedekah dengan membaca ayat-ayat suci Al-Quran hari ini? Pada kesempatan kali ini, kami mengajak Sobat SHAFTA untuk memaknai beberapa ayat dari 2 surah dalam Al-Quran, yakni surah Al-Baqarah dan juga surah Ali-Imran. Kira-kira, apa saja makna yang terkandung pada ayat 270-271 dan 275 surah Al-Baqarah maupun ayat 30-31 dari surah Ali-Imran, ya? Yuk simak bersama pembahasan tentang makna surah tersebut!

Al-Baqarah Ayat 270-271

وَمَاۤ اَنۡفَقۡتُمۡ مِّنۡ نَّفَقَةٍ اَوۡ نَذَرۡتُمۡ مِّنۡ نَّذۡرٍ فَاِنَّ اللّٰهَ يَعۡلَمُهٗ ؕ وَمَا لِلظّٰلِمِيۡنَ مِنۡ اَنۡصَارٍ ٢٧٠

 

Artinya: “Apa saja sedekah yang kamu berikan atau nazar yang kamu ucapkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Dan orang-orang yang zalim tidak akan mendapat pertolongan.”

إِن تُبْدُوا۟ ٱلصَّدَقَـٰتِ فَنِعِمَّا هِىَ ۖ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا ٱلْفُقَرَآءَ فَهُوَ خَيْرٌۭ لَّكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنكُم مِّن سَيِّـَٔاتِكُمْ ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌۭ ٢٧١

Artinya: “Bersedekah di muka umum itu baik, tetapi bersedekah kepada orang miskin secara pribadi itu lebih baik bagimu, dan itu akan menghapuskan dosa-dosamu. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Dari kutipan ayat beserta arti yang tersaji di atas, kira-kira apa yang dapat Sobat SHAFTA simpulkan? Seperti yang sudah disebutkan, kedua ayat tersebut berfokus pada sedekah dan juga nazar. Secara umum, sedekah dapat diartikan sebagai suatu pemberian yang diberikan oleh seorang Muslim kepada orang lain dengan itikad baik, tanpa batasan waktu dan jumlah (BAZNAZ Kota Yogyakarta, 2023). Sedangkan nazar merupakan sebuah komitmen untuk menyanggupi ibadah.

Tafsir dari Al-Muyassar menjelaskan arti dari ayat tersebut adalah “Dan apapun yang kamu berikan dalam bentuk harta atau benda lainnya, apapun yang kamu berikan sedikit banyak sebagai sedekah karena keridhaan Allah, atau apapun yang kamu bebankan pada diri sendiri (nazar) dalam bentuk harta atau benda lainnya, maka itu benar. Allah SWT mengetahuinya. Allah SWT memahami niat Anda dan akan membalas tindakan Anda.”

Bisa disimpulkan bahwa sekecil apapun langkah yang kita lakukan menuju kebaikan, Allah SWT mengetahui segalanya. Termasuk soal sedekah dan juga nazar. Begitu pula sebaliknya, sekecil apapun dosa yang kita lakukan, Allah SWT juga pasti mengetahuinya, karena Allah Maha Mengetahui.

Al-Baqarah Ayat 275

ٱلَّذِينَ يَأْكُلُونَ ٱلرِّبَوٰا۟ لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ ٱلَّذِى يَتَخَبَّطُهُ ٱلشَّيْطَـٰنُ مِنَ ٱلْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْبَيْعُ مِثْلُ ٱلرِّبَوٰا۟ ۗ وَأَحَلَّ ٱللَّهُ ٱلْبَيْعَ وَحَرَّمَ ٱلرِّبَوٰا۟ ۚ فَمَن جَآءَهُۥ مَوْعِظَةٌۭ مِّن رَّبِّهِۦ فَٱنتَهَىٰ فَلَهُۥ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُۥٓ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ ٢٧٥

Artinya: “Orang yang makan (menelan) riba hanya bisa berdiri seperti orang yang kerasukan setan. Keadaan mereka mengatakan bahwa jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah  menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Seseorang yang mendapat larangan dari tuannya tetap menahan diri dari riba dan memberikan kepada tuannya apa yang telah diambilnya sebelumnya (sebelum larangan itu dikeluarkan). Dan pikirannya tertuju pada Tuhan. Seseorang yang kembali (untuk mendapatkan riba) maka dia adalah penghuni neraka. mereka tinggal di sana.”

Ayat 275 pada surah Al-Baqarah berfokus pada hukum riba. Dijelaskan dalam tafsir milik Al-Muyassar bahwa “Orang-orang yang bermuamalah dengan riba (yaitu tambahan dari modal pokok), mereka itu tidaklah bangkit berdiri di akhirat kelak dari kubur-kubur mereka, kecuali sebagaimana berdirinya orang-orang yang dirasuki setan karena penyakit gila. Hal itu karena sesungguhnya mereka mengatakan, ‘Sesungguhnya jual beli itu sama dengan praktek ribawi dalam kehalalan keduanya, karena masing-masing menyebabkan bertambahnya kekayaan.’”

Penjelasan dari tasfir di atas menunjukkan ganjaran yang harus diterima oleh pelaku riba, yakni siksa kubur yang begitu dahsyat. Pula menunjukkan betapa ruginya orang-orang yang melakukan riba.

Ali-Imran 30-31

يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍ مُّحْضَرًاۛ وَمَا عَمِلَتْ مِنْ سُوْۤءٍۛ تَوَدُّ لَوْ اَنَّ بَيْنَهَا وَبَيْنَهٗٓ اَمَدًا ۢ بَعِيْدًاۗ وَيُحَذِّرُكُمُ اللّٰهُ نَفْسَهٗۗ وَاللّٰهُ رَءُوْفٌۢ بِالْعِبَادِࣖ ۝٣

Artinya: “(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap jiwa mendapatkan (balasan) atas kebajikan yang telah dikerjakannya dihadirkan, (begitu juga balasan) atas kejahatan yang telah dia kerjakan. Dia berharap seandainya ada jarak yang jauh antara dia dan hari itu. Allah memperingatkan kamu akan (siksa)-Nya. Allah Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya.”

لْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ۝٣

Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Pada ayat 30-31 menjelaskan tentang peringatan akan hari kiamat yang pasti datang serta bagaimana Rasulullah SAW diutus untuk mengatakan kepada kaum Yahudi terkait dengan kepercayaan terhadap Allah SWT. Menurut Tafsir Tahlili pada laman NU Online, setiap umat manusia kelak akan melihat apa-apa saja yang telah diperbuat di dunia.

Dilanjutkan dengan bagaimana Allah SWT mengutus Rasulullah SAW. Laman NU Online menjabarkan “Ayat ini memberikan keterangan yang kuat untuk mematahkan pengakuan orang-orang yang mengaku mencintai Allah pada setiap saat, sedang amal perbuatannya berlawanan dengan ucapan-ucapan itu. Bagaimana mungkin dapat berkumpul pada diri seseorang cinta kepada Allah dan pada saat yang sama membelakangi perintah-Nya.”

Seperti itulah ringkasan mengenai makna dari ayat 270-271 dan 275 dari surah Al-Baqarah serta ayat 30-31 surah Ali-Imran. Banyak sekali pelajaran yang dapat kita petik ketika memaknai tiap-tiap ayat tersebut, mulai dari bersedekah, melaksanakan nazar, hukum melakukan riba, dan juga tentang mengimani segala kebesaran dari Allah SWT serta mencintai Allah SWT sepenuhnya. Sesungguhnya Allah Maha Memberi Petunjuk kepada hamba-Nya.

Ingin mendalami hafalan Al-Quran? Yuk bergabung menjadi bagian dari keluarga Sekolah Islam SHAFTA. Sekolah Islam yang kuat akhlaq, unggul ilmu, dan mandiri.

Author

Latest Post

Jazz

Related Post

Jazz