Kemajuan teknologi kadang dtemukan dengan tidak sengaja atau sudah dirancang oleh penemunya. Hal ini memang sering terjadi ketika manusia merasa ada kekurangan dan harus dilengkapi kebutuhanya untuk memudahkan hidupnya. Seperti penemuan lampu oleh Thomas Alva Edison membuktikan bahwa pemikiran sederhana untuk mengubah kehidupan ternyata berdampak besar. Hal inilah yang dicoba dan dipraktikan siswa SMA Shafta kelas XII IPA 1 untuk ujian praktik dengan membuat roket air. (7/2)
Sebelum membuat, tiap kelompok menyiapkan sarana berupa botol air minum ukuran besar, paralon dan tempat untuk untuk memasukkan udara. Setelah bahan disiapkan barulah mereka membuat rancangan segi empat dibawah dan dua diatas serta lubang untuk memompa udara. Botol minuman dirancang dan dibentuk seperti roket dengan menambahkan ujung roket dan sayap di bagian botol. Setelah semua siap, botol minuman diisi dengan air dan ditancapkan diujung rancangan. Langkah berikutnya adalah dengan memompa udara sebanyak mungkin untuk melepaskan roket sejauh mungkin.
Dari beberapa uji coba, satu kelompok bisa meluncurkan roket airnya lebih dari 10 meter namun ada yang baru dipompa sudah meloncat roketnya dan tidak sampai 3 meter jaraknya. Setelah uji praktik pertama mereka melanjutkan ujian praktik kedua dengan memperhatikan mengapa roket air tidak bisa sejauh saat diluncurkan. Mereka mencoba untuk menganalisa kegagalan tersebut. Setelah ditemukan solusinya barulah mereka mencoba untuk ujian terakhir tes meluncurkan roket air dan ternyata berhasil dengan jarak lebih jauh daripada tes pertama dan kedua. Kegembiraan terlihat di wajah tiap kelompok karena nilai yang diperoleh membuat puas dengan tugas roket airnya. Semoga nantinya mereka akan menemukan sesuatu penemuan yang bisa bermanfaat untuk orang banyak.













