Pernahkah di antara kalian merasakan sakit hingga harus mengonsumsi obat dari dokter? Kemudian Ketika buang air kecil, urin kalian mengeluarkan aroma menyengat khas obat? Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan organ ginjal yang berperan sebagai tempat urinasi akan membuang sisa-sisa zat dari obat-obatan yang tidak lagi diperlukan oleh tubuh. Zat-zat beracun tersebut merupakan sisa metabolisme yang sudah tidak berguna lagi bagi tubuh. Proses mengeluarkan zat-zat sisa ini biasa disebut proses ekskresi.
Gambar 1. Organ ginjal yang berperan dalam proses urinasi
Selain ginjal, ada 3 organ lain yang berperan pula pada sistem ekskresi yakni paru-paru, hati, dan kulit.
Paru-paru bertugas untuk mengeluarkan karbondioksida (CO2) sebagai sisa atau limbah dari metabolisme tubuh.
Gambar 2. Anatomi paru-paru manusia
Hati bertugas untuk merombak sel-sel darah merah yang sudah tua dan rusak untuk menghasilkan bilirubin yang sifatnya beracun. Bilirubin ini akan dikeluarkan bersama dengan urin dan yang menyebabkan urin berwarna kuning.
Gambar 3. Organ hati yang berperan untuk detoksifikasi racun
Kulit bertugas mengeluarkan keringat yang mengandung kelebihan air, garam mineral, maupun sedikit limbah nitrogen seperti urea yang dapat meracuni tubuh. Keringat dihasilkan di kulit lapisan dermis pada bagian kelenjar keringat. Proses keluarnya keringat dari tubuh selain untuk ekskresi juga berfungsi untuk “Osmoregulasi” yakni pengaturan cairan di dalam tubuh.
Gambar 4. Lapisan kulit pada manusia