Rajab bulan penuh berkah, yakni salah satu bulan istimewa dalam kalender Islam yang sering disebut sebagai “pintu gerbang” menuju bulan suci Ramadan. Sebagai bulan ketujuh dalam tahun Hijriah, bulan ini memiliki kedudukan mulia dan keutamaan yang sangat dianjurkan untuk dimanfaatkan oleh setiap muslim.
Rajab termasuk dalam empat bulan suci (Al-Asyhur Al-Hurum) yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 36 yang menjelaskan bahwa empat bulan tersebut adalah bulan-bulan yang sangat mulia di sisi Allah. Keempat bulan tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
Baca Juga: Keutamaan Bulan Rajab
Imam Syafi’i dalam kitab Al-Umm dan Al-Baihaqi dalam al-Sunan meriwayatkan
خَمْسُ لَيَالٍ لَا يُرَدُّ فِيْهِنَّ الدُّعَاءُ؛ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبٍ، وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، وَلَيْلَةُ الْجُمُعَةِ، وَلَيْلَةُ الْفِطْرِ، وَلَيْلَةُ النَّحْرِ
Malam pertama di bulan Rajab merupakan salah satu malam yang penuh dengan berkah, di mana doa yang di dalamnya tidak akan ditolak. Nabi Muhammad Saw bersabda, lima malam yang tidak akan tertolak doa di dalamnya; malam pertama bulan Rajab, malam Nishfu Sya’ban (malam 15 Sya’ban), malam jum’at, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha.
Bulan Rajab juga dikenal dengan bulannya Allah. Sebagaimana disebutkan dalam hadist Nabi Saw:
رجب شهر الله وشعبان شهري ورمضان شهر أمتي
“Rajab adalah bulannya Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulannya umatku”.
Pada bulan Rajab ini Allah menurunkan segala rahmat dan ampunan-Nya kepada para hamba yang bertaubat. Pada saat inilah seluruh umat muslim, khususnya pendosa seperti kita melakukan taubat yang sesungguhnya. Jangan tunggu nanti, dan jangan pulang tunggu esok. Gunakan waktu mulia ini untuk mendapatkan segala pengampunan atas kesalahan dan dosa kita.
Bulan Rajab ini memiliki banyak nama, yang mana menunjukkan banyak kemuliaan di dalamnya. Ia disebut sebagai Al-Ashab sebab di dalamnya Allah menurunkan rahmat-Nya. Ia juga disebut sebagai Al-Asham sebab tidak terdengar gemuruh peperangan di dalamnya. Ia disebut sebagai Rajam sebab di bulan ini para musuh dan setam dirajam sehingga tidak menganggu kekasih-kekasih Allah.
Imam Baihaqi dan beberapa perawi lainnya meriwayatkan doa’ ketika masuk bulan Rajab sebagai berikut
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ رَجَبٌ، قَالَ: ” اللهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ، وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ “
“Ketika Nabi masuk bulan Rajab beliau berdoa’ اللهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ، وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ (HR. Baihaqi no. 3534)
Sunnah di bulan Rajab adalah puasa. Dalam riwayat Muslim disebutkan
Artinya, “Utsman bin Hakim al-Anshari berkata, ‘Saya pernah bertanya kepada Sa’id Ibnu Jubair terkait puasa Rajab dan kami pada waktu itu berada di bulan Rajab. Said menjawab, ‘Saya mendengar Ibnu ‘Abbas berkata bahwa Rasulullah SAW berpuasa (berturut-turut) hingga kami menduga Beliau SAW selalu berpuasa, dan Beliau tidak puasa (berturut-turut) sampai kami menduga Beliau tidak puasa,’” (HR Muslim).
Imam An-Nawawi dalam Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim menjelaskan kandungan hadits di atas sebagai berikut.
الظَّاهِرُ أَنَّ مُرَادَ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ بِهَذَا الِاسْتِدْلَالِ أَنَّهُ لَا نَهْيَ عَنْهُ وَلَا نَدْبَ فِيهِ لِعَيْنِهِ بَلْ لَهُ حُكْمُ بَاقِي الشُّهُورِ وَلَمْ يَثْبُتْ فِي صَوْمِ رَجَبٍ نَهْيٌ وَلَا نَدْبٌ لِعَيْنِهِ وَلَكِنَّ أَصْلَ الصَّوْمِ مَنْدُوبٌ إِلَيْهِ وَفِي سُنَنِ أَبِي دَاوُدَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَدَبَ إِلَى الصَّوْمِ مِنَ الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ وَرَجَبٌ أَحَدُهَا وَاللَّهُ أَعْلَمُ
[النووي، شرح النووي على مسلم، ٣٩-٣٨/٨]
Artinya, “Istidlal yang dilakukan Sa’id Ibnu Jubair menunjukan tidak ada larangan dan kesunahan khusus puasa di bulan Rajab. Hukumnya disamakan dengan puasa di bulan lainnya, sebab tidak ada larangan dan kesunahan khusus terkait puasa Rajab. Akan tetapi hukum asal puasa adalah sunah. Di dalam Sunan Abu Dawud disebutkan Rasulullah SAW menganjurkan puasa di bulan haram (bulan-bulan terhormat). Sementara Rajab termasuk bulan haram.”
Bulan Rajab adalah karunia Allah yang memberikan kesempatan kepada kita untuk meningkatkan ibadah dan mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadan. Manfaatkanlah setiap momen di bulan penuh berkah ini dengan sebaik-baiknya, perbanyak amal saleh, dan jauhi segala kemaksiatan.
Semoga Allah menerima segala amal ibadah kita di bulan Rajab ini dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa. Mudah-mudahan kita semua diberi kekuatan untuk memanfaatkan bulan-bulan mulia ini dengan sebaik-baiknya hingga tiba saatnya kita meraih pahala berlimpah di bulan Ramadan yang penuh berkah.
SPMB SMP-SMA SHAFTA 2026/2027
Telepon: 0811-32-177-00











