Di bulan April menjadi saksi kegiatan kajian Ramadan yang diadakan di Sekolah Islam Shafta. Acara ini dilaksanakan setiap Sabtu di bulan Ramadan sebagai upaya menambah ilmu dan sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah antara civitas akademik dan wali murid. Hadir pada kajian Ramadan sore ini yaitu Ketua Yayasan Al insanul Kamil, Bapak Ibu Guru, siswa SMP-SMA Shafta dan perwakilan, wali murid.Narasumber yang menyampaikan yaitu ustad KH. Ahmad Muzakky Al Hafidz, Imam Masjid Al Akbar Surabaya.(16/4)
“Sahrul mubarok bulan penuh keberkahan, yaitu lailatul qodar/lailatul mubarokah. Amal menjadi dibarokahi” ustad Muzaaky memulai paparannya. Keberkahan berkaitan dengan kualitas, kalau sudah berkualitas maka bobot manusia semakin tinggi dan melihat hati seseorang. Umur pendek usia umat nabi Muhammad menjadi banyak karena melakukan hal-hal terbaik di bulan Ramadan. Oleh karena itu perlu memanfaatkan waktu sebaik mungkin dengan mengisi kegiatan yang bisa menambah. Belajar berkualitas, mengajinya berkualitas.
“ Barokah umur, berkah harta, berkah ilmu, dan berkah pekerjaan, itulah adalah doa keberkahan,” kata ustad Muzakky.
Lebih lanjut ustad Muzakky menjelaskan Ciri-ciri orang yang hidupnya barokah yaitu petama, ketenangan dan kedamaian hati yaitu merasa cukup, tidak takut kehilangan. Kedua semangat berbuat baik yaitu muhasabah dan peningkatan amal. Dan selalu ditingkatkan.
“ Semakin orang memiliki, semakin takut ia kehilangan,” ustad Muzakky menegaskan.
Cita-cita umat muslim yang baik seperti ingin berkah hidupnya yaitu pertama taat (hablum minalloh hubungan harmonis dengan Allah) , kedua jangan tinggalkan kesan jelek yaitu harmonis dengan makluk Allah. Melalui beberapa contoh di kehidupan ustad Muzaaky menjelaskan bagaimana keberkahan hidup bisa dinikmati kadang tidak bisa dinikmati. Walaupun ilmu pengetahuan sudah tinggi namun akhlak tetap tidak boleh terpengaruh. Jadi ketika melihat seorang guru maupun orang tua, akhlak tetap harus baik. itulah hidup yang penuh keberkahan.













