Materi Rumus IF, SUMIF, dan COUNTIF
Dalam pengolahan data menggunakan Microsoft Excel, kemampuan menggunakan rumus dasar menjadi kunci untuk mempercepat pekerjaan dan meningkatkan ketelitian analisis. Di antara sekian banyak fungsi yang tersedia, rumus IF, SUMIF, dan COUNTIF termasuk yang paling sering digunakan karena membantu kita melakukan perhitungan otomatis berdasarkan kondisi atau kriteria tertentu. Rumus-rumus ini memungkinkan Excel untuk “berpikir” layaknya logika manusia: memeriksa data, menentukan syarat, lalu menghasilkan hasil yang sesuai. Dengan memahami ketiga fungsi ini, pengguna dapat mengolah data lebih efektif, mulai dari penilaian, perhitungan penjualan, hingga analisis laporan sederhana.
1) IF
Fungsi: Menjalankan uji logika untuk memeriksa suatu kondisi.
Menghasilkan nilai tertentu jika kondisi benar (TRUE) dan nilai berbeda jika salah (FALSE).
Rumus umum:
=IF(logical_test, value_if_true, value_if_false)
Contoh:
=IF(A1>=70, "Lulus", "Tidak Lulus")
Jika nilai di A1 ≥ 70 maka “Lulus”, jika tidak maka “Tidak Lulus”.
2) SUMIF
Fungsi: Menjumlahkan nilai dalam suatu range berdasarkan satu kriteria tertentu.
Rumus umum:
=SUMIF(range, criteria, sum_range)
Keterangan:
-
range → sel yang akan dievaluasi kriteria
-
criteria → syarat (misalnya “A”, “>100”)
-
sum_range → sel yang akan dijumlahkan jika kriteria terpenuhi
Contoh:
=SUMIF(A1:A10, "Buah", B1:B10)
Menjumlahkan nilai di B1–B10 yang barisnya memiliki teks “Buah” di A1–A10.
3) COUNTIF
Fungsi: Menghitung jumlah sel dalam suatu range yang memenuhi satu kriteria tertentu.
Rumus umum:
=COUNTIF(range, criteria)
Contoh:
=COUNTIF(C1:C20, ">80")
Menghitung berapa banyak sel di C1–C20 yang nilainya lebih dari 80.










