Malam Nisfu Sya’ban adalah malam pertengahan bulan Sya’ban yang memiliki keistimewaan tersendiri dalam Islam. Malam ini merupakan salah satu malam yang dianjurkan untuk diperbanyak ibadah, do’a, dan permohonan ampunan kepada Allah SWT. Berikut adalah 10 keutamaan malam Nisfu Sya’ban berdasarkan rujukan hadits dan pandangan ulama yakni, diantaranya:
- Malam yang diberkahi (Mubārakah)
Malam Nisfu Sya’ban dipenuhi keberkahan dan rahmat dari Allah SWT. - Malam pembagian takdir (Qismah wa at-Taqdīr)
Pada malam ini, Allah menetapkan berbagai ketentuan bagi hamba-Nya untuk satu tahun ke depan. - Malam penghapusan dosa (Takfīrudz-Dzunūb)
Allah memberikan ampunan atas dosa-dosa hamba-Nya yang memohon ampun dengan sungguh-sungguh. - Malam dikabulkannya doa (Al-Ijābah)
Doa-doa yang dipanjatkan pada malam ini memiliki keutamaan untuk dikabulkan. - Malam kehidupan (Al-Ḥayāt)
Para malaikat sibuk menerima dan mencatat takdir kehidupan manusia.H - Hari raya para malaikat
Malam Nisfu Sya’ban dimuliakan oleh para malaikat dengan penuh ketaatan kepada Allah. - Malam sempurnanya syafaat
Syafaat Nabi Muhammad SAW diberikan dengan lebih luas atas izin Allah SWT. - Malam kemerdekaan dari neraka (Al-‘Itq)
Banyak hamba yang dibebaskan dari siksa neraka pada malam ini. - Malam pembebasan dan pengampunan (Al-Barā’ah)
Allah memberikan pengampunan dan pembebasan dari dosa bagi hamba yang bertobat. - Malam madiah khusus bagi umat Nabi Muhammad SAW (Al-Jāizah)
Malam ini menjadi anugerah istimewa yang Allah berikan khusus kepada umat Rasulullah SAW.
Baca Juga: Malam Nisfu Sya’ban
Terdapat beberapa amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan pada malam Nisfu Sya’ban, di antaranya:
1. Membaca Surat Yasin 3X
Membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali dengan niat yang berbeda-beda:
- Yasin pertama, diniatkan untuk memohon umur panjang dan ketaatan dalam beribadah.
- Yasin kedua, diniatkan agar dijauhkan dari musibah dan marabahaya.
- Yasin ketiga, diniatkan agar diberikan kelapangan hati serta husnul khatimah.
Pada malam Nisfu Sya’ban, umat Islam dapat memohon syafaat Nabi Muhammad SAW dan para orang shalih.
2. Do’a Nisfu Sya’ban:
Setiap selesai membaca Surat Yasin, disambung dengan membaca do’a Nisfu Sya’ban di bawah ini:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلاَ يُمَنُّ عَلَيْهِ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالْإِكْرَامِ يَا ذَا الطُّوْلِ وَالْإِنْعَامِ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ ظَهْرَ اللاَّجِيْنَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِيْنَ وَأَمَانَ الْخَائِفِيْنَ. اَللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُوْمًا أَوْ مَطْرُوْدًا أَوْ مُقْتَرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ بِفَضْلِكَ شَقَاوَتِيْ وَحِرْمَانِيْ وَطَرْدِيْ وَإِقْتَارَ رِزْقِيْ، وَأَثْبِتْنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الْكِتَابِ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، فِيْ كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ “يَمْحُواللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ” إِلٰهِيْ بِالتَّجَلِّيْ الْأَعْظَمِ، فِيْ لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ الَّتِيْ يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيْمٍ وَيُبْرَمُ، نَسْأَلُكَ أَنْ تَكْشِفَ عَنَّا مِنَ الْبَلاَءِ مَا نَعْلَمُ وَمَا لاَ نَعْلَمُ وَمَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَمُ، إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Artinya:
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah melimpahkan rahmat atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, wahai Dzat Yang Maha Pengasih yang tidak ada yang dapat memberi kepada-Nya. Wahai Dzat Yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan, wahai Dzat Yang memiliki Kemurahan dan Pemberian, tiada Tuhan selain Engkau. Penolong orang-orang yang meminta pertolongan, penjaga orang-orang yang minta penjagaan, dan pengaman orang-orang yang ketakutan. Ya Allah, jika Engkau telah menetapkan aku di sisi-Mu sebagai orang yang celaka, atau orang yang terhalangi (dari rahmat-Mu), atau orang yang terusir, atau orang yang sempit rezekinya, maka hapuslah ya Allah dengan karunia-Mu kecelakaanku, keterhalangiku, keterusiranku, dan kesempitan rezekiku. Tetapkanlah aku di sisi-Mu dalam Ummul Kitab sebagai orang yang berbahagia, yang diberi rezeki, yang diberi taufik untuk kebaikan-kebaikan. Sesungguhnya Engkau telah berfirman, dan firman-Mu adalah benar, dalam Kitab-Mu yang diturunkan melalui lisan Nabi-Mu yang diutus: “Allah menghapus apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya ada Ummul Kitab.” Ya Tuhanku, demi Tajalli Agung pada malam Nisfu Sya’ban yang mulia, yang pada malam itu dijelaskan segala urusan yang bijaksana dan ditetapkan, kami mohon kepada-Mu agar Engkau menyingkap dari kami bala yang kami ketahui dan yang tidak kami ketahui, serta yang Engkau lebih mengetahuinya. Sesungguhnya Engkau Maha Mulia lagi Maha Pemurah. Semoga Allah melimpahkan rahmat atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabatnya.
Menurut Syeikh al Hasan bin al Quthbi Abdullah bin ‘Alwiy al-Haddad, waktu paling utama untuk membacanya adalah sesaat setelah Shalat Maghrib.
3. Menulis Surat Shod Ayat 54
Menulis Surat Shod ayat 54 pada malam Nisfu Sya’ban dianjurkan oleh sebagian ulama dan habaib. Menurut ulama salaf dan habaib, saat malam Nisfu Sya’ban tiba, dianjurkan untuk menulis ayat ini pada saat malam Nisfu Sya’ban (setelah masuk waktu Maghrib sampai sebelum masuk Subuh, kemudian meletakkan tulisan itu pada tempat menyimpan uang. Ayat yang Ditulis:
إِنَّ هَٰذَا لَرِزْقُنَا مَا لَهُ مِن نَّفَادٍ
Keutamaan/Fadhilah:
Barang siapa menulis ayat ini pada saat malam Nisfu Sya’ban (setelah masuk waktu Maghrib sampai sebelum masuk Subuh), kemudian meletakkan tulisan itu pada tempat menyimpan uang (seperti dompet, brankas, tabungan, dan lain-lain), niscaya rezekinyapun bisa terus mengalir dan tidak akan terputus sepanjang tahun itu.
Menurut al-Habib Salim bin Abdullah as-Syatiri, setelah menulis, agar langsung disimpan dan tidak dibaca lagi sampai tahun depan. Dianjurkan untuk menghadap kiblat dan dalam keadaan suci (berwudu) saat menulisnya. Diceritakan lebih dari satu kali.
Malam Nisfu Sya’ban adalah malam yang penuh berkah dan rahmat dari Allah SWT. Sepuluh keutamaan di atas menunjukkan betapa istimewanya malam ini bagi umat Islam. Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan malam yang mulia ini dengan memperbanyak ibadah, berdoa, beristighfar, dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan memberikan keberkahan dalam hidup kita. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
SPMB SMP-SMA SHAFTA 2026/2027
Telepon: 0811-32-177-00













