
Setiap perubahan fisika maupun kimia melibatkan energi. Ketika kayu dibakar, energi dilepaskan dalam bentuk panas dan cahaya. Sebaliknya, ketika es mencair, es menyerap energi panas dari lingkungan agar dapat berubah menjadi air. Peristiwa-peristiwa ini menunjukkan bahwa energi memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari.
Nah, bagaimana kita mengetahui apakah suatu reaksi kimia melepaskan atau menyerap energi? Mengapa ada reaksi yang membuat lingkungan terasa panas, sedangkan reaksi lainnya justru membuat lingkungan terasa dingin?
Melalui materi termokimia, kamu akan mempelajari hubungan antara perubahan kimia dan perubahan energi yang menyertainya. Kamu juga akan mengenal reaksi eksoterm dan endoterm, perubahan entalpi, diagram energi, serta cara menghitung kalor yang terlibat dalam suatu reaksi.
🧪 Tantangan untukmu!
Bayangkan kamu diminta merancang hand warmer (penghangat tangan sederhana) untuk digunakan saat berkemah. Menurutmu, reaksi kimia seperti apa yang dapat menghasilkan panas? Bagaimana cara membuktikan bahwa reaksi tersebut benar-benar melepaskan energi?
Yuk, pelajari termokimia dan temukan bagaimana konsep kimia dapat membantu kita memahami sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari!
AYO BERLATIH!
1. Seorang siswa mencampurkan dua zat dalam gelas kimia. Setelah reaksi berlangsung, suhu campuran meningkat dari 27°C menjadi 35°C. Kesimpulan yang paling tepat adalah …
A. Reaksi selalu membutuhkan pemanasan dari luar
B. Reaksi melepaskan kalor ke lingkungan
C. Reaksi menyerap kalor dari lingkungan
D. Reaksi tidak melibatkan perubahan energi
2. Sebanyak 200 gram air dipanaskan sehingga suhunya naik dari 25°C menjadi 30°C. Jika kalor jenis air 4,2 J g⁻¹ °C⁻¹, kalor yang diserap air adalah …
A. 1.050 J
B. 4.200 J
C. 2.100 J
D. 8.400 J
3. Pilih semua pernyataan yang benar tentang reaksi eksoterm dan endoterm.
A. Pada tekanan tetap, kalor reaksi sama dengan perubahan entalpi.
B. Reaksi eksoterm melepaskan kalor ke lingkungan.
C. Perubahan entalpi reaksi eksoterm bernilai positif.
D. Pada reaksi endoterm, sistem menyerap kalor dari lingkungan.
4. Pada reaksi endoterm, perubahan entalpi (ΔH) bernilai negatif karena sistem melepaskan kalor ke lingkungan.
Benar
Salah
5. Dalam diagram entalpi, jika entalpi produk lebih rendah daripada entalpi pereaksi, reaksi tersebut bersifat eksoterm.
Benar
Salah










