Menjadikan diri dekat dengan Allah SWT merupakan keinginan umat muslim di dunia. Harapan ini merupakan sandaran pertama untuk umat Islam dalam mengarungi kehidupan di dunia. Salah satu cara yang terdekat yaitu membiasakan puasa Ayyamul Bidh di tiap bulan setiap tanggal 13, 14 dan 15 bulan Hijriyah.
Hal yang sering atau jarang diketahui bagaimana asal usul munculnya puasa Ayyamul Bidh. Masih banyak kebiasaan berpuasa sunnah hanyalah sebuah kegiatan pembiasaan saja. Jika hal ini bisa dilakukan In Shaa Allah karunia besar yang diperoleh bagi setiap muslim yang berpuasa sunnah Ayyamul Bidh. Barang siapa yang menjalankan puasa tiga hari Ayyamul Bidh, maka sama dengan puasa selama sebulan. Bila dilakukan setiap bulan, maka sama dengan puasa satu tahun. Sebagaimana dalam riwayat di bawah ini.
وَإِنَّ بِحَسْبِكَ أَنْ تَصُومَ كُلَّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فإن لك بِكُلِّ حَسَنَةٍ عَشْرَ أَمْثَالِهَا فإن ذلك صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ
Artinya : ” Sungguh, cukup bagimu berpuasa selama tiga hari dalam setiap bulan, sebab kamu akan menerima sepuluh kali liat setiap kebaikan yang kau lakukan, karena itu maka puasa Ayyamul Bidh sama dengan berpuasa setahun penuh” (HR Bukhari Muslim).
Lalu bagaimana asal usul puasa Ayyamul Bidh, dijelaskan dalam riwayat Ibnu Abbas mengatakan, “ Ketika nabi Adam AS diturunkan ke muka bumi seluruh tubuhnya terbakar oleh matahari sehingga hitam/gosong. Kemudian Allah memberikan wahyu kepadanya untuk berpuasa selama tiga hari (tanggal 13,14, dan 15). Ketika berpuasa pada hari pertama, sepertiga badannya menjadi putih. Puasa hari kedua sepertiganya lagi menjadi putih. Puasa hari ketiga, sepertiga sisanya menjadi putih.
ثُمَّ سَبَبُ التَّسْمِيَةِ بِأَيَّامِ الْبِيضِ مَا رُوِيَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ قَالَ إِنَّمَا سُمِيَتْ بِأَيَّامِ الْبِيضِ لِأَنَّ آدَمَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ لَمَّا أُهْبِطَ إِلَى الْأَرْضِ أَحْرَقَتْهُ الشَّمْسُ فَاسْوَدَّ فَأَوْحَى اللهُ تَعَالَى إِلَيْهِ أَنْ صُمْ أَيَّامَ الْبِيضِ فَصَامَ أَوَّلَ يَوْمٍ فَأبْيَضَّ ثُلُثُ جَسَدِهِ فَلَمَّا صَامَ الْيَوْمَ الثَّانِيَّ اِبْيَضَّ ثُلُثُ جَسَدِهِ فَلَمَّا صَامَ الْيَوْمَ الثَّالِثَ اِبْيَضَّ جَسَدُهُ كُلُّهُ
Artinya,” Sebab dinamai Ayyamul Bidh adalah riwayat Ibnu Abbas RA, dinamai Ayyamul Bidh karena ketika Nabi Adam AS diturunkan ke muka bumi, matahari membakarnya sehingga tubuhnya menjadi hitam. Allah SWT kemudian mewahyukan kepadanya untuk berpuasa Ayyamul Bidh (hari-hari putih), Berpuasalah engkau ada hari-hari putih (Ayyamul Bidh). Lantas Nabi Adam AS pun melakukan puasa pada hari pertama, maka sepertiga anggota tubuhnya menjadi putih. Ketika beliau melakukan puasa hari kedua, sepertiga anggota yang lain menjadi putih. Dan pada hari ketiga, sisa sepertiga anggota badannya yang lain menjadi putih.”
Semoga dengan mengetahui asal usul puasa Ayyamul Bidh menjadikan kita menjadi lebih banyak mengamalkan puasa sunnah ini. Dan sekiranya bisa dilakukan setiap bulannya.
Sumber : ISLAM NU