Assalamualaikum wr wb.
Saat ini pasti kita sering menggunakan alat elektronik dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menonton tv, charge hp, hingga mnggunakan lampu untuk penerangan rumah. Lalu apakah yang akan terjadi jika tidak ada listrik?. Jika dunia tanpa listrik maka dunia akan cukup gelap sekali, bahkan kita tidak akan bisa menggunakan alat elektronik yang lainnya. Pasti kalian sering bertanya bagaimana listrik bagaimana dapat sampai ke rumah kita.
Listrik bisa sampai ke rumah warga melalui transmisi dan distribusi
Transmisi dilakukan dengan jaringan bertegangan tinggi (SUTET) dari pembangkit ke gardu listirk.
Distribusi dilakukan dengan mengalirkan arus listrik yang sudah diturunkan tegangannya dari gardu listrik ke rumah untuk dapat digunakan.
Pembahasan:
Transmisi listrik adalah tahap awal menyalurkan listrik agar bisa dinikmati pelanggan. Transmisi ini menyalurkan listrik dari pembangkit hingga gardu. Jalur interkoneksi yang digunakan ini dikenal sebagai jaringan transmisi. Sementara itu, pengaliran listrik antara gardu listrik dan pelanggan, biasanya disebut sebagai distribusi listrik.
Transmisi listrik biasanya dilakukan dalam tegangan tinggi, menggunakan kabel terbuka yang disangga dengan tiang transmisi yang berukuran besar. Di Indonesia, transmisi tegangan tinggi dari pembangkit listrik ini disebut dengan SUTET (Saluran udara tegangan ekstra tinggi), yang menyalurkan arus listik dengan tegangan hingga 500kV (500 ribu Volt).
Transmisi dilakukan dengan tegangan tinggi untuk mengurangi fraksi energi yang hilang akibat resistansi.
Sementara itu tegangan rendah, kurang dari 33 kV biasanya digunakan untuk distribusi listrik. Distribusi listrik dari gardu ke rumah pelanggan biasanya dilakukan dengan kabel terturup kecil yang diasngga oleh tiang listrik biasa.
Di gardu induk, transformer (sering disebut trafo) mengurangi voltase listrik ke tingkat yang lebih rendah untuk didistribusikan ke pengguna komersial (pabrik, toko) dan residensial (rumah). Distribusi ini dilakukan dengan kombinasi sub-transmisi (33 sampai 132 kV) dan distribusi (3,3 sampai 25 kV). Akhirnya, pada titik penggunaan, energi diubah menjadi tegangan rendah. Di Indonesia, tegangan akhir yang digunakan adalah 220 volt.
Wisnu Nandyansah – Fisika