Buku Antologi Puisi Karya Siswa SMA SHAFTA “Arah Langkah, Riuh Kisah”. Puisi adalah bahasa jiwa yang melampaui batas kata. Ia tumbuh dari kepekaan, pengalaman, dan keberanian seseorang untuk berbicara tentang dunia di sekitarnya. Antologi puisi yang hadir di tangan pembaca ini merupakan buah dari sebuah perjalanan kreatif yang bermakna: sebuah pertemuan antara semangat belajar peserta didik dengan dedikasi mahasiswa yang sedang menapaki pengalaman pertamanya di dunia pendidikan.
Antologi ini lahir dari kegiatan menulis puisi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang dilaksanakan oleh kelompok mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Program Studi S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yakni diantaranya Dania Dwi Lestari, Nur Assyifa Nabila Salsabilah, dan Teresania Putri Anantasofa, yang telah menuangkan gagasan, perasaan, serta imajinasi mereka ke dalam rangkaian puisi yang penuh makna bersama peserta didik kelas X SMAS Shafta Surabaya. Penyusunan antologi ini tidak terlepas dari bimbingan dan pendampingan Nur Farahdillah Azizah, S.Hum., Gr., selaku Guru Bahasa Indonesia dan guru pamong, yang dengan penuh dedikasi telah membimbing, mengarahkan, serta mendampingi para siswa selama proses pembelajaran Bahasa Indonesia hingga tersusunnya karya antologi puisi ini.
Dalam pelaksanaan PLP di SMAS Shafta Surabaya, mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNESA merancang dan melaksanakan pembelajaran Bahasa Indonesia yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pada pengembangan kreativitas dan kemampuan berekspresi peserta didik. Salah satu wujud nyata dari upaya tersebut adalah kegiatan menulis puisi yang melibatkan seluruh peserta didik kelas X-1, X-2, dan X-3.
Yang membuat antologi ini istimewa bukan hanya isi puisinya, tetapi juga proses yang melahirkannya. Penyusunan antologi ini merupakan hasil kolaborasi yang hangat dan tulus antara mahasiswa PLP dan peserta didik kelas X SMAS Shafta Surabaya. Mahasiswa berperan sebagai fasilitator kreatif yang membimbing, mendampingi, dan menginspirasi, sementara peserta didik hadir sebagai penulis yang memberikan jiwa pada setiap halaman antologi ini.
Proses ini mengajarkan banyak hal kepada semua pihak yang terlibat. Bagi mahasiswa, pengalaman mendampingi peserta didik dalam proses kreatif menjadi bekal berharga untuk menjadi pendidik yang memahami kebutuhan dan potensi siswa secara lebih mendalam. Bagi peserta didik, kegiatan ini membuka ruang untuk mengekspresikan diri dengan bebas sekaligus melatih kepekaan rasa dan kemampuan berbahasa secara literer.
Kegiatan ini dirancang sebagai pengalaman belajar yang autentik. Peserta didik tidak hanya diajarkan tentang puisi secara teoritis, tetapi juga diajak untuk merasakan langsung proses kreatif menciptakan karya sastra. Hasilnya adalah kumpulan puisi yang kini terangkum dalam antologi ini sebuah dokumentasi berharga dari proses belajar yang penuh makna.
Kolaborasi ini juga membuktikan bahwa pembelajaran sastra yang bermakna tidak selalu harus berlangsung dalam suasana formal dan kaku. Ruang apresiasi sastra dapat tercipta kapan saja, asalkan ada niat, kreativitas, dan kebersamaan di antara pendidik dan peserta didik. Selamat membaca, menikmati, dan meresapi setiap bait puisi yang hadir di hadapan Anda. Semoga kata-kata dalam antologi ini menyentuh hati dan menginspirasi jiwa.
“Arah Langkah, Riuh Kisah” : KLIK DISINI









