Indeks harga adalah perbandingan antara harga rata-rata pada tahun yang dihitung dan harga rata rata pada tahun dasar. Tahun dasar yang digunakan adalah tahun yang dibuat sebagai patokan perhitungan.
Macam-macam indeks harga
- Indeks harga produsen (IHP). IHP merupakan angka indeks yang menggambarkan tingkat perubahan harga pada tingkat produsen.
- Indeks harga perdagangan besar (IHPB). IHPB merupakan angka yang menggambarkan perubahan harga komoditas pada tingkat grosir.
- Indeks harga konsumen (IHK). IHK merupakan suatu indeks yang menghitung rata-rata perubahan harga dalam suatu periode dari suatu kumpulan harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh penduduk dalam kurun waktu tertentu.
- Indeks harga yang dibayar petani (Ib) dan indeks harga yang diterima petani (It).
Metode perhitungan indeks harga
- Agregatif tidak tertimbang. Perhitungan indeks harga agregatif tidak tertimbang mudah dan sederhana sebab hanya menjumlahkan harga rata-rata untuk tahun yang dihitung, lalu dibandingkan dengan jumlah harga pembanding (tahun dasar). Rumus menghitung indeks harga agregatif tidak tertimbang sebagai berikut:

- Agregatif tertimbang
- Laspeyres. Metode Laspeyres merupakan perhitungan angka indeks tertimbang dengan faktor penimbang jumlah pada tahun dasar (Q0). Rumus metode Laspeyres:

- Paasche. Metode Paasche merupakan perhitungan angka indeks tertimbang dengan faktor penimbang terletak pada tahun yang sedang dihitung. Rumus metode Paasche:

Untuk menguji pemahaman silahkan kerjakan latihan soal berikut!
|
Jenis Buah |
Harga
tahun 2020 |
Harga
tahun 2021 |
Jumlah barang tahun 2020 |
Jumlah barang tahun 2021 |
|
Pisang |
Rp8.600 |
Rp9.000 | 670 | 800 |
| Melon |
Rp6.000 |
Rp6.200 | 550 |
600 |
| Nanas |
Rp2.200 |
Rp2.500 | 400 |
375 |
| Pepaya |
Rp2.500 |
Rp3.000 | 200 |
400 |
| Jeruk | Rp7.700 | Rp8.000 | 250 |
300 |
Dari data pada tabel tersebut hitunglah indeks harga dengan metode:
- Agregatif tidak tertimbang
- Agregatif tertimbang Laspeyres
- Agregatif tertimbang Paasche












