Asal-Usul Semboyan Bhinneka Tunggal Ika

sejarah bhineka

Assalamualikum, Selamat Datang

Mari belajar materi pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan 🙂

Menelusuri Jejak Sejarah: Asal-Usul Semboyan Bhinneka Tunggal Ika

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar rangkaian kata, melainkan warisan luhur dari zaman keemasan Majapahit pada abad ke-14. Kalimat sakral ini pertama kali lahir dari buah pikir Empu Tantular dalam Kitab Sutasoma (juga dikenal dengan nama Purusadha).

Dari Kitab Sutasoma ke Lambang Negara

Awalnya, istilah ini muncul dalam konteks toleransi beragama antara penganut Buddha dan Siwa di masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk. Kalimat aslinya berbunyi, “Wan wengi, windu sinunggal, winuwus Bhinneka Tunggal Ika”, yang menegaskan bahwa meski jalan yang ditempuh berbeda, pada hakikatnya tujuannya adalah satu kesatuan.

Setelah Indonesia merdeka, para pendiri bangsa mengangkat nilai ini menjadi semboyan resmi negara. Secara konstitusional, semboyan ini diperkuat melalui Pasal 36A UUD 1945 dan diabadikan pada pita yang dicengkeram oleh burung Garuda Pancasila.

Makna dan Relevansi Masa Kini

Bhinneka Tunggal Ika berfungsi sebagai:

  1. Pendorong Nasionalisme: Menyatukan ribuan pulau dan suku bangsa.
  2. Benteng Globalisasi: Menjaga identitas bangsa di tengah gempuran budaya asing.
  3. Landasan Toleransi: Mengajarkan harmoni dalam perbedaan agama dan budaya.

Dengan memahami sejarahnya, kita diajak untuk melihat perbedaan bukan sebagai pemisah, melainkan sebagai kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama demi keutuhan NKRI.

Unduh Materi Selengkapnya:

Untuk penjelasan visual yang lebih mendalam, Anda dapat mengakses:

PPT Materi Asal-Usul Semboyan Bhinneka Tunggal Ika

Author

Latest Post