Strategi Preventif Menghindari Perbuatan Zinad (Menjaga Kehormatan Diri)

3

Materi ini berfokus pada langkah nyata yang harus dilakukan remaja untuk membentengi diri di tengah arus modernisasi.

  1. Menjaga Pandangan (Gadhul Bashar)

Langkah pertama dimulai dari mata. Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nur ayat 30:

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ

Artinya: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya…'”

  • Aplikasi: Di era digital, ini berarti membatasi diri dari melihat konten pornografi atau foto/video yang memicu syahwat di media sosial.
  1. Menghindari Berkhalwat (Berduaan)

Islam melarang laki-laki dan perempuan yang bukan mahram berduaan tanpa pendamping, karena adanya pihak ketiga. Rasulullah SAW bersabda:

أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ كَانَ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ

Artinya: “Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan seorang perempuan, melainkan yang ketiganya adalah setan.” (HR. Tirmidzi).

  1. Memilih Lingkungan yang Salih

Teman memiliki pengaruh besar dalam membentuk perilaku. Strategi praktisnya adalah:

  • Bergabung dengan komunitas remaja masjid atau organisasi sekolah yang fokus pada pengembangan bakat (futsal, desain, jurnalistik).
  • Mencari sahabat yang berani menegur saat kita mulai melenceng dari aturan agama.
  1. Menutup Aurat dengan Benar

Menutup aurat bukan sekadar identitas, tapi adalah pelindung (perisai) kehormatan diri agar orang lain tidak memandang dengan cara yang salah.

 

Pergaulan bebas mungkin menawarkan kesenangan sesaat, namun ia menghancurkan masa depan dan akhirat. Menjaga kesucian diri (Iffah) adalah bentuk kemerdekaan sejati dari perbudakan nafsu.

Author

Latest Post