Saling Berlomba-lomba dalam Kebaikan (Fastabiqul Khairat)

i

Salah satu nilai luhur dalam ajaran Islam adalah semangat berlomba-lomba dalam kebaikan, atau dalam bahasa Arab disebut fastabiqul khairat. Prinsip ini mendorong setiap muslim untuk aktif melakukan amal saleh, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi kemaslahatan masyarakat.

Dasar Hukum Berlomba-lomba dalam Kebaikan

A. Dalil Al-Qur’an

  1. Surat Al-Baqarah: 148

وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya (pada hari kiamat). Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”
— QS. Al-Baqarah: 148

  1. Surat Al-Maidah: 48

… فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

“… Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.”
— QS. Al-Maidah: 48

B. Dalil Hadis

Rasulullah SAW bersabda:

بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَناً كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِناً وَيُمْسِي كَافِرًا، وَيُمْسِي مُؤْمِناً وَيُصْبِحُ كَافِرًا، يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

“Bersegeralah melakukan amal-amal saleh (kebajikan). Sebab, fitnah akan datang seperti malam yang gelap gulita. Seseorang pada pagi hari beriman, sore hari menjadi kafir. Sore hari ia beriman, pagi harinya menjadi kafir, ia jual agamanya demi harta dunia.”
(HR. Muslim)

Makna Fastabiqul Khairat

Fastabiqul khairat berarti berlomba-lomba melakukan kebaikan, baik melalui amal ibadah, membantu sesama, gotong royong, maupun usaha sosial lain yang mengandung nilai kebajikan. Kompetisi dalam kebaikan ini bersifat memotivasi dan mendorong setiap insan untuk senantiasa produktif, aktif, serta menghindari sifat malas dan kikir.

Hikmah berlomba dalam kebaikan adalah menggapai ridho Allah SWT dan pahala besar, menjadi manusia yang bermanfaat untuk sesama, meningkatkan solidaritas dan kerukunan, membiasakan karakter mulia dan konsisten dalam kebaikan, serta menanamkan sifat ikhlas, rendah hati, dan empati. Dengan berlomba dalam kebaikan, kita dapat meningkatkan kualitas diri sendiri dan orang lain, serta membangun masyarakat yang lebih baik dan harmonis.

Cara mengamalkan saling berlomba dalam kebaikan dapat dilakukan dengan memulai setiap aktivitas dengan niat baik dan membaca basmalah, melaksanakan amal saleh dengan penuh semangat, ikhlas, dan tanpa mengharapkan pujian, serta menjaga kebiasaan kebaikan secara konsisten. Selain itu, kita juga dapat menggali ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan amal, bekerjasama dan bergotong royong dalam kebaikan, serta meneladani perilaku baik orang lain dan memodifikasinya agar lebih bermanfaat. Dengan melakukan hal-hal tersebut, kita dapat meningkatkan kualitas diri sendiri dan orang lain, serta membangun masyarakat yang lebih baik dan harmonis.

Contoh praktik fastabiqul khairat di kehidupan sehari-hari dapat dilakukan dengan mengikuti kegiatan sosial seperti kerja bakti dan membantu korban bencana, berinfaq dan sedekah untuk meringankan beban sesama, berlomba dalam menghafal Al-Qur’an atau shalat berjamaah, serta membiasakan menasihati teman dalam kebaikan dan selalu menjauhi kemungkaran.

 

Berlomba-lomba dalam kebaikan adalah ajaran penting dalam Islam yang memberikan motivasi kepada setiap muslim untuk selalu aktif beramal saleh, menciptakan masyarakat yang damai, harmonis, dan penuh berkah. Dengan mempraktikkan prinsip ini, kita akan menjadi insan yang lebih baik di hadapan Allah SWT dan di mata manusia.

Author

Latest Post

Related Post