Tidak salah jika belajar harus sejak dini. Hal ini seperti siswa kelas 7B diajari untuk belajar bercocok tanam dengan media air seperti hidroponik. Melalui pembelajaran hidroponik siswa diajak ikut serta sejak awal mulai pembibitan maupun hingga penempatan di media penanaman. Kegiatan penanaman melalui hidroponik ini dilakukan di green house dengan guru pembimbing yaitu ustadzah Elis.
Sejak awal pembelajaran siswa kelas 7B antusias ingin melihat bagaimana tata cara menanam dengan model hidroponik. Mulai penanam bibit dengan media yang sudah disediakan siswa kelas 7B banyak bertanya bagaimana langkah-langkah berikutnya. Setelah semua siap barulah di hari Selasa, siswa kelas 7B memulai penanaman bibit ke tempat hidroponik.
Ustadzah Elis terus memantau setiap pergerakan yang dilakukan agar bibit yang ditanam tidak mati dan tetap hidup. Beberapa siswa mencoba menanam dengan diperhatikan teman lainnya. Selain mengajarkan cara bercocok tanam ini, ustadzah Elis menjelaskan pentingnya bisa menanam di sekolah maupun di lingkungan rumah untuk dipakai sendiri seperti cabe dan sayuran lainnya. Hasil tanaman bisa dijual dekat sekolah atau ke pasar yang membutuhkan.
Melalui pembelajaran hidroponik, siswa diajarkan juga bisa menanam tanaman lain seperti cabe dan sayuran lain sebagai bentuk ketahanan pangan. Misalnya jika harga cabe naik maka adanya penanaman di lingkungan sekitar rumah tentu bermanfaat dan tidak tergantung harga cabe yang terus naik. Melalui pembelajaran ini diharapakan merangsang pola pikir anak untuk menemukan atau mempunyai gagasan tersendiri tanaman apa yang cocok untuk dikembangkan di rumah.







