تعريف الفعل وغلاماته

Pengertian Kalimat Fi’il

Kalimat fi’il (كَلِمَةُ الْفِعْلِ) adalah kata yang menunjukkan arti pekerjaan dan bersamaan dengan salah satu dari zaman yang tiga, yaitu madhi (sudah), hal (sedang) atau istiqbal (akan) dikerjakan.

Tanda Tanda Kalimat Fi’il

Tanda-tanda kalimat fi’il ada 6 (enam):
  1. Dapat dimasuki قَدْ
  2. Dapat dimasuki سِيْنُ
  3. Dapat dimasuki سَوْفَ
  4. Dapat dimasuki تَاءُ تَأْنِيْثِ السَّاكِنَةُ
  5. Dapat dimasuki  ضَمِيْرُ رَفْعٍ مُتَحَرِّكٌ
  6. Dapat dimasuki نُوْنُ التَّوْكِيْدِ
Nadzomnya
 
وَالْفِعْلُ مَعْرُوْفُ بِقَدْ وَالسِّيْنِ # وَتَاءِ تَأْنِيْثٍ مَعَ التِّسْكِيْنِ
وَتَا فَعَلْتَ مُطْلقًا كَجِئْتَ لِى # وَالنُّوْنِ وَاْليَا فِى افْعَلَنَّ وَافْعَلِى
Kalimat fiil bisa diketahui dengan kemasukan huruf قَدْ, kemasukan huruf سين,  bisa kemasukan تاء تأنيث الساكنة
Bisa kemasukan ta’ fail secara mutlaq, nun taukid dan ya’muannas mukhotobah.

1). Dapat dimasuki قَدْ

Contoh:
قَدْ قَامَ (Dia laki-laki tunggal sungguh telah berdiri).
قَدْ يَقُوْمُ (Dia laki-laki tunggal terkadang sedang atau akan berdiri).
Lafadz قَامَ dan  disebut sebagai kalimat fi’il karena dimasuki قَدْ.

Keterangan:
  • قَدْ apabila masuk pada fi’il madhi maka disebut dengan قَدْ تَحْقِيْقٌ yang memiliki arti sungguh. Sedangkan jika masuk pada fi’il mudhore’ maka disebut dengan قَدْ تَقْلِيْلٌ yang memiliki arti terkadang atau kadang-kadang.

2). Dapat dimasuki سين

Contoh:
سَيَقُوْلُ السُّفَهَاءِ (Orang-orang bodoh akan berkata).
Lafadz يَقُوْلُ disebut dengan kalimat fi’il karena dimasuki oleh سين.
Keterangan:
  • Adapun huruf سين yang masuk pada fi’il mudhore’ itu disebut dengan huruf tanfis dan menunjukkan zaman istiqbal (akan) dikerjakan, tetapi dekat (لِلتَّقْرِيْبِ).

3). Dapat dimasuki سَوْفَ

Contoh:
سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ (Kelak kamu semua akan mengetahuinya)
Lafadz تَعْلَمُوْنَ disebut dengan kalimat fi’il karena dimasuki oleh سَوْفَ.
Keterangan:
  • Adapun huruf سَوْفَ yang masuk pada fi’il mudhore’ itu disebut dengan huruf tanfis dan menunjukkan zaman istiqbal (akan) dikerjakan, tetapi jauh (لِلْبَعِيْدِ).

4). Dapat dimasuki تَاءُ تَأْنِيْثِ السَّاكِنَةُ

Contoh:
نَصَرَتْ  (Dia perempuan tunggal telah menolong)
Lafadz نَصَرَ disebut dengan kalimat fi’il karena dimasuki oleh تَاءُ تَأْنِيْثِ السَّاكِنَةُ. 
 
Keterangan:
  • تَاءُ تَأْنِيْثِ السَّاكِنَةُ adalah ta’ yang disukun yang menunjukkan perempuan.
  • تَاءُ تَأْنِيْثِ السَّاكِنَةُ hanya dapat masuk pada fi’il madhi.

5). Dapat dimasuki ضَمِيْرُ رَفْعٍ مُتَحَرِّكٌ

Contoh:
نَصَرْتُ (Saya telah menolong)
نَصَرْتَ  (Kamu laki-laki tunggal telah menolong)
نَصَرْتِ (Kamu perempuan tunggal telah menolong)
Lafadz نَصَرْ disebut dengan kalimat fi’il karena dimasuki oleh ضَمِيْرُ رَفْعٍ مُتَحَرِّكٌ.

6). Dapat dimasuki نُوْنُ التَّوْكِيْدِ

Contoh:
يَنْصُرَنَّ (Dia laki-laki tunggal benar-benar akan menolong)
اُنْصُرَنَّ (Benar-benar menolonglah kamu laki-laki tunggal)
Lafadz يَنْصُرَنَّ dan اُنْصُرَنَّ disebut sebagai kalimah fi’il karena dimasuki oleh nun taukid (نُوْنُ التَّوْكِيْدِ).

 
Keterangan:
  • Nun taukid (نون التوكيد) adalah huruf yang berfungsi untuk menegaskan atau menguatkan suatu kata dan masuk pada kalimat fi’il (baik fi’il mudhore’ atau fi’il ‘amar).
  • Nun taukid (نون التوكيد) dibagi menjadi 2 (dua) yaitu: 1. Nun taukid tsaqilah (nun taukid yang berat) 2. Nun taukid khofifah (nun taukid yang ringan).
  • Perbedaan nun taukid tsaqilah dan khofifah dari sisi arti terletak pada tekananya. Nun taukid tsaqilah penekanan taukidnya kuat sedangkan nun taukid khofifah penekanan taukidnya ringan.

LINK VIDEO

Author

Latest Post